Senin, 20 April 2026

Ibadah Haji 2025

1.250 Pasangan Jamaah Calon Haji Indonesia Terpisah di Mekah

Target penggabungan pasangan jamaah ditetapkan selesai dalam waktu 1x24 jam setelah ketibaan di Mekah.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 1.250 Pasangan Jamaah Calon Haji Indonesia Terpisah di Mekah
ist
JCH PASANGAN - Muchlis M Hanafi, Ketua PPIH Arab Saudi yang juga Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Dirjen PHU Kemenag RI saat menghadiri sebuah rapat beberapa waktu lalu. Sekitar 2.500 jamaah haji Indonesia berpotensi terpisah dari pasangan saat tiba dari Makkah dari Madinah. 

Wartawan Tribun, Mansur AM, Melaporkan dari Mekah

TRIBUNTORAJA.COM - Sekitar 1.250 jamaah calon haji (JCH) Indonesia berpotensi terpisah dari pasangannya saat tiba dari Mekah dari Madinah.

Pemisahan itu terjadi karena perubahan sistem penempatan jamaah.

Tadinya akomodasi jamaah berbasis kelompok terbang (kloter) di Madinah dan berubah menjadi berbasis syarikah saat tiba di Kota Mekah.

Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi mengatakan, separuh dari jumlah tersebut merupakan pasangan jamaah suami dan istri, ada anak dan orangtuanya, hingga pendamping jamaah lansia dan disabilitas terpisah.

“Artinya sekitar 1.250 pasangan yang berpisah,” ujar Muchlis, Minggu (18/5/25).

PPIH menyebut telah melakukan mitigasi sejak awal untuk mengatasi kondisi ini.

PPIH Arab Saudi menerbitkan surat edaran ditujukan kepada ketua kloter, kepala sektor dan kepala daker untuk segera menyatukan kembali hotel pasangan ini.

Target penggabungan pasangan jamaah ditetapkan selesai dalam waktu 1x24 jam setelah ketibaan di Mekah.

Namun dinamika di lapangan membuat proses ini terus berkembang.

“Setiap hari ada yang berdatangan dari Madinah dan Jeddah,” ungkapnya.

Data jumlah jamaah yang terpisah pun terus bergerak dan belum bisa dipastikan secara pasti.

Menurut Muchlis, sejumlah jamaah bahkan telah bergabung kembali diam-diam sebelum edaran resmi terbit.

PPIH mengaku sudah mengantisipasi sejak awal perubahan sistem penempatan jamaah ini.

“Sudah dikomunikasikan sejak awal bahwa penempatan di Mekah berbasis syarikah,” katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved