Dedi Mulyadi Larang Pelajar Jawa Barat Nongkrong di Atas Jam 8 Malam
Kebijakan ini dilakukan karena kebiasaan keluar malam untuk pelajar akan menimbulkan banyak godaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/3e3r.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pemprov Jawa Barat akan memberlakukan jam malam untuk para pelajar di wilayah tersebut.
Setelah viral kebijakan memasukkan pelajar "bermasalah" ke barak TNI, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengeluarkan kebijakan untuk mendisiplinkan remaja di wilayahnya.
Kang Dedi, sapaannya, kembali mengeluarkan kebijakan baru melarang pelajar nongkrong di atas jam 8 malam dan sudah harus berada di rumah pada saat tersebut.
Untuk kebijakan baru ini, Pemprov Jabar menggandeng kepolisian.
Pemprov Jabar telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk merealisasikan kebijakan baru tersebut.
Inilah cara Kang Dedi untuk membentuk karakter anak-anak dan remaja di wilayahnya.
Menurut Kang Dedi, kebijakan ini dilakukan karena kebiasaan keluar malam untuk pelajar akan menimbulkan banyak godaan.
"Jam tertentu mungkin saya akan berlakukan pada hari belajar, tidak boleh lagi nongkrong di atas jam 8 malam misalnya. Karena kan mereka harus di rumah, di luar godaannya terlalu banyak," beber Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com, Selasa (16/5/2025).
Tujuan lain dari kebijakan ini, menurut Dedi, untuk melindungi remaja agar terhidar dari pengaruh negatif seperti narkoba, minum-minuman alkohol, dan lainnya.
"Kemudian pembersihan berbagai problem yang bisa merusak remaja. Narkoba, obat terlarang, minuman oplosan yang tersebar," imbuh Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Kang Dedi membuat kebijakan mengirim ke barak militer bagi pelajar yang bermasalah untuk dibina TNI.
Bahkan, Geburnur Dedi akan menyiapkan siapkan sekolah khusus yang bakal dibangun di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Sekolah khusus tersebut juga disebut Dedi bakal seperti sekolah anak-anak berbakat.
"Setelah nanti dari kompleks pelatihan militer ini, mereka akan masuk ke sekolah khusus yang disiapkan di setiap kabupaten/kota, yang sekolahnya seperti anak-anak berbakat," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Tribunnews.com.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga menuturkan nantinya sekolah khusus tersebut bakal diajar oleh guru dan kepala sekolah reguler. Dan untuk bagian pembinaan karakter dan disiplin, siswa akan dimetoring oleh TNI.
"Gurunya guru biasa, kepala sekolahnya kepala sekolah biasa, tetapi mereka itu nanti didampingi oleh tim peningkatan mentoring disiplin dari kalangan TNI," tandas Dedi Mulyadi.(*)
| Habitat Rusak akibat Tambang Emas, Macan Tutul hingga Elang Jawa di Gunung Salak Terancam Punah |
|
|---|
| Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajak Warga Pulihkan Hutan, Diupah Rp50 Ribu per Hari |
|
|---|
| Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, Polisi Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
| Lisa Mariana dan Pria Berinisial F Resmi Jadi Tersangka Kasus Video Asusila |
|
|---|
| Bocah 6 Tahun di Bogor Tewas Disiksa Ibu Tiri, Polisi Bongkar Makam dan Pastikan Penyebab Kematian |
|
|---|