Selasa, 12 Mei 2026

Siang Panas, Sore dan Malam Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Memasuki Juli dan Agustus, sebagian besar wilayah akan mulai memasuki musim kemarau secara penuh.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Siang Panas, Sore dan Malam Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Tribun Toraja/IST
HUJAN - Ilustrasi hujan panas, atau yang biasa disebut "uran allo" oleh masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara. 

TRIBUNTORAJA.COM - Fenomena cuaca yang kerap berubah-ubah, dari panas menyengat di siang hari hingga hujan deras pada sore atau malam, menjadi perhatian masyarakat akhir-akhir ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.

Prakirawan Cuaca BMKG, Riefda Novikarany, mengatakan fenomena ini terjadi akibat ketidakstabilan atmosfer yang biasa muncul saat peralihan musim, khususnya dari penghujan ke kemarau.

 

 

"Pada saat peralihan ini, cuacanya sedang mengalami ketidakstabilan. Pagi hari cerah, dan pada siang hari mulai tumbuh awan hujan, dan pada sore atau malam akan terjadi hujan," ujar Riefda dalam wawancara dengan Kompas TV, Senin (12/5/2025).

Menurutnya, proses pemanasan daratan yang intens pada siang hari memicu pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan saat sore hingga malam hari.

"Jadi ada ketidakstabilan atmosfer, sehingga di atmosfer dan wilayah daratan itu ada penyesuaian, karena ada pemanasan. Pemanasan ini biasanya dicirikan dengan suhu yang cukup tinggi," jelasnya.

 

Baca juga: Cek Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 13 Mei 2025, Hujan di Enrekang, Toraja, dan Luwu Raya

 

Riefda menyebutkan, fenomena cuaca tidak stabil ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga bulan Juni 2025, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Memasuki Juli dan Agustus, sebagian besar wilayah akan mulai memasuki musim kemarau secara penuh.

"Yang perlu diantisipasi adalah pertumbuhan awan hujan sedikit, tapi suhunya mengalami peningkatan," tambah Riefda.

 

Baca juga: Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang di Toraja Senin 13 Mei 2025

 

Beberapa wilayah seperti Bali, NTB, dan NTT, disebutnya paling merasakan kombinasi peningkatan suhu dan pertumbuhan awan hujan.

Sedangkan di Sumatera, terutama Riau dan Jambi, masyarakat perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan yang mulai bermunculan akibat suhu yang terus meningkat.

Khusus di Lampung, BMKG mencatat adanya lonjakan suhu hingga di atas 32 derajat Celsius dalam dua hari terakhir, 10 hingga 12 Mei 2025.

 

Baca juga: Toraja Masih Hujan, Sulsel Bagian Selatan dan Barat Sudah Kemarau

 

Soal potensi suhu yang lebih ekstrem dalam waktu dekat, Riefda menegaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi banyak faktor, termasuk minimnya pertumbuhan awan hujan.

"Kalau pertumbuhan awan hujan minim, maka suhunya akan lebih tinggi karena tidak ada yang menghalangi radiasi matahari," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia memiliki potensi serupa untuk mengalami peningkatan suhu dalam beberapa hari ke depan, terutama daerah-daerah yang tidak mendapat hujan.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved