India Serang Pakistan, WNI Diminta Waspada

Adapun Pemerintah Indonesia masih terus memonitor perkembangan situasi konflik India dan Pakistan.

Editor: Imam Wahyudi
tribunnews
PERANG - India membombardir enam lokasi di Pakistan dan Kashmir dalam 24 serangan 

TRIBUNTORAJA.COM - Menyikapi peningkatan ketegangan antara India dan Pakistan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI yang tinggal serta menetap di kedua negara agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kemlu juga meminta WNI menghindari wilayah-wilayah terdampak konflik maupun tempat yang berpotensi menjadi sasaran peperangan.

“Untuk WNI di kedua negara, agar tetap waspada dan menghindari bepergian ke wilayah terdampak dan tempat-tempat yang mungkin menjadi sasaran konflik,” kata Jubir Kemlu RI Rolliansyah Soemirat dalam pernyataannya, Rabu (7/5/25).

Pemerintah Indonesia mengingatkan WNI yang tinggal di kedua negara untuk selalu memantau informasi dari perwakilan RI di wilayah masing-masing.

Para WNI diharapkan segera melapor ke perwakilan RI setempat jika dihadapkan pada situasi darurat.

Adapun Pemerintah Indonesia masih terus memonitor perkembangan situasi konflik India dan Pakistan.

RI mendorong kedua negara mengedepankan dialog untuk menuntaskan konflik.

Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan prinsip non-intervensi berharap situasi konflik India - Pakistan tidak berkembang menjadi kekerasan berskala besar hingga mengancam stabilitas kawasan Asia Selatan.

“Pemerintah Indonesia terus mengamati perkembangan situasi antara India dan Pakistan. Indonesia mendorong kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis,” katanya.

Perkembangan situasi terkini, baku tembak dan saling serang sempat terjadi di perbatasan menyusul serangan rudal India ke sejumlah wilayah pada Rabu (7/5/25) dini hari.

Otoritas Kashmir yang dikuasai India juga telah mengeluarkan perintah evakuasi warga yang bermukim di kawasan rentan.

Akomodasi hingga makanan juga telah disiapkan untuk warga yang dievakuasi.

Perintah ini dikeluarkan oleh Letnan Gubernur Jammu dan Kashmir, Manoj Sinha tak lama setelah India meluncurkan serangan ‘Operasi Sindoor’ ke Pakistan, sebuah serangan yang menargetkan 9 lokasi infrastruktur teroris.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 8 orang dan melukai lebih dari 35 orang. Pakistan membalas dengan menembak jet tempur India.

Mereka mengklaim menembak jatuh jet Rafale buatan Prancis, drone Heron, jet tempur Sukhoi SU-30, dan pesawat tempur Mikoyan MiG-29.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved