Pelanggan XL Axiata Bertambah 1,2 Juta di Kuartal Pertama 2025
Hingga akhir kuartal pertama 2025, total jumlah pelanggan XL Axiata mencapai 58,8 juta, dengan ARPU campuran (blended) tetap di kisaran Rp 40 ribu.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/24042025_XLSMART.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, Jakarta - Mengawali tahun 2025, XL Axiata (sebelum merger menjadi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk alias XLSMART), Kembali berhasil meraih pencapaian kinerja yang positif.
Hal ini diumumkan XLSMART terkait pencapaian kinerja sebelum merger (pra-merger) XL Axiata periode kuartal pertama 2025.
Di kuartal pertama (Q1) 2025, perseroan berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp 8,6 triliun, meningkat 2 persen di banding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
Sementara EBITDA sebesar Rp 4,32 triliun dengan EBITDA margin 50,2 persen.
Adapun laba bersih setelah pajak (PAT) sebesar Rp 388 miliar.
Sementara itu, kontribusi pendapatan layanan data dan digital pada total pendapatan mencapai lebih dari 91 persen.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan, perusahaan menghadapi tantangan yang tidak ringan dimana di mana kompetisi berlangsung semakin ketat, daya beli masyarakat yang masih melemah dan berkurangnya mobilitas masyarakat selama periode jelang libur Lebaran.
Perusahaan juga kala itu harus memfokuskan untuk menyelesaikan proses penggabungan bisnis atau merger dengan Smartfren.
"Oleh karena itu, kami bersyukur masih tetap mampu meraih kinerja yang baik, tetap tumbuh positif selaras dengan industri dan meraih profitabilitas, serta mampu menyelesaikan proses penggabungan bisnis atau merger dengan baik sesuai dengan rencana," ucapnya.
Rajeev menambahkan, pencapaian kinerja yang baik tersebut karena pertumbuhan bisnis mobile yang stabil, dengan strategi yang berfokus pada bisnis FMC (Fixed Mobile Convergence). XL Axiata berhasil meningkatkan jumlah pelanggan mobile sebesar 1,2 juta pelanggan YoY.
Kemudian untuk jumlah pelanggan layanan FBB (Fixed Broadband) juga stabil mencapai lebih dari 1 juta pelanggan. Hal tersebut merupakan faktor penting untuk terus mendorong dan memperkuat pertumbuhan bisnis FMC saat ini dan ke depan.
Hingga akhir kuartal pertama 2025, total jumlah pelanggan XL Axiata mencapai 58,8 juta, dengan ARPU campuran (blended) tetap di kisaran Rp 40 ribu.
ARPU campuran ini tentunya selaras dengan fokus perusahaan untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang produktif.
Dari sisi biaya-biaya operasional, XL Axiata tetap menjaga tingkat stabilitasnya walaupun terdapat peningkatan biaya.
Untuk beban biaya terkait penjualan dan pemasaran berhasil ditekan dan dioptimalkan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan penerapan strategi digitalisasi.
| XL Axiata Gelontorkan Rp 1,24 Triliun Untuk Peningkatan Kualitas Jaringan |
|
|---|
| Resmi Berdiri, XLSMART Fokus Pengembangan di Sulawesi dan Kalimantan |
|
|---|
| Trafik XL Axiata Diperkirakan akan Melonjak Hingga 20 Persen saat Ramadan dan Lebaran 2025 |
|
|---|
| Produksi Nikel 71.311 Metrik Ton di Tahun 2024, PT Vale Catat Laba Bersih 57,8 Juta Dolar AS |
|
|---|
| XL Axiata Catat Kinerja Positif di 2024, Laba Bersih Naik 45 Persen |
|
|---|