Polisi Telusuri Asal Obat Bius yang Dipakai Dokter Priguna saat Jalankan Aksinya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, mengatakan pihaknya tengah memeriksa sumber obat serta prosedur pengeluarannya.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/KONPERS-priguna-dokter-cabul.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, BANDUNG – Polisi terus mendalami penyelidikan terkait asal muasal obat bius yang diduga digunakan oleh Priguna Anugerah (31), dokter tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap keluarga pasien di ruang 711, Gedung MCHC lantai 7 Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Mengutip Kompas.com, Senin (28/4/2025), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, mengatakan pihaknya tengah memeriksa sumber obat serta prosedur pengeluarannya.
"Semua kami periksa, sumber obat, prosedur pengeluarannya, masih dalam penyelidikan," ujar Surawan di Mapolda Jabar.
Ia menambahkan bahwa pendalaman terhadap prosedur pengeluaran obat akan dilakukan setelah seluruh proses pemeriksaan saintifik selesai.
"Nanti sumbernya (obat) akan ketahuan setelah pemeriksaan lebih dalam. Saat ini, fokus kami menyelesaikan tahapan saintifik terlebih dahulu," tegasnya.
Dalam proses penyidikan, Surawan menyebut pihaknya sudah memeriksa 17 orang saksi.
Baca juga: Polisi Umumkan Hasil Tes DNA Dokter PPDS Tersangka Pemerkosaan di Bandung
Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan saksi untuk mendalami prosedur distribusi obat.
"Ke depan mungkin ada 4 atau 5 lagi yang dilakukan pemeriksaan terkait dengan prosedur obat-obatan," imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA terhadap alat kontrasepsi dan rambut yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan bahwa DNA yang ditemukan hanya milik tersangka Priguna Anugerah.
Baca juga: Dokter Ungkap Kondisi Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Meninggal Dunia
| Miris! Remaja 16 Tahun Rudapaksa Anak 12 Tahun di Sangalangi Toraja Utara |
|
|---|
| 'Kamu Jangan Berteriak' Ancam Pria Toraja Utara Sebelum Rudapaksa Anak Tirinya |
|
|---|
| Habitat Rusak akibat Tambang Emas, Macan Tutul hingga Elang Jawa di Gunung Salak Terancam Punah |
|
|---|
| Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajak Warga Pulihkan Hutan, Diupah Rp50 Ribu per Hari |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Siap ke China Bahas Utang Whoosh Asal Biaya Perjalanan Ditanggung Danantara |
|
|---|