Jumat, 22 Mei 2026

Paparan Gadget Berlebihan Bisa Picu Autisme Virtual pada Anak

Amanda menegaskan bahwa autisme virtual berbeda dengan gangguan spektrum autisme (GSA).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Paparan Gadget Berlebihan Bisa Picu Autisme Virtual pada Anak
Freepik
AUTISME - Ilustrasi. Dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dr. Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp.Neuro.(K), M.Med, menyatakan bahwa anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terlalu sering terpapar layar gawai berisiko mengalami kondisi autisme virtual. 

Amanda menegaskan bahwa autisme virtual berbeda dengan gangguan spektrum autisme (GSA).

Pada GSA, gejala tetap muncul meskipun anak tidak terpapar gadget.

Gangguan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor genetik yang kuat.

 

Baca juga: Polisi Buru Dokter Cabul di Garut yang Kabur Usai Videonya Viral

 

"Perilaku autistik masih akan tetap ada walau gawai itu sebagai faktor lingkungan, bukan sebagai modifier," katanya.

Ia juga menyoroti bahwa anak dengan autisme biasanya memiliki ketertarikan pada aktivitas berulang, yang kerap ditemui dalam konten digital.

Lebih lanjut, Amanda menyebut bahwa anak yang memiliki saudara kandung dengan autisme berisiko sembilan kali lebih tinggi mengalami kondisi serupa, menandakan kuatnya peran faktor keturunan.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menekankan pentingnya pengawasan orang tua dalam penggunaan gadget oleh anak, terutama pada usia dini yang merupakan masa krusial bagi perkembangan sosial dan emosional.

(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved