Jumat, 22 Mei 2026

Paparan Gadget Berlebihan Bisa Picu Autisme Virtual pada Anak

Amanda menegaskan bahwa autisme virtual berbeda dengan gangguan spektrum autisme (GSA).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Paparan Gadget Berlebihan Bisa Picu Autisme Virtual pada Anak
Freepik
AUTISME - Ilustrasi. Dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dr. Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp.Neuro.(K), M.Med, menyatakan bahwa anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terlalu sering terpapar layar gawai berisiko mengalami kondisi autisme virtual. 

TRIBUNTORAJA.COM – Anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terlalu sering terpapar layar gadget berisiko mengalami kondisi yang dikenal sebagai autisme virtual.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dr Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp.Neuro.(K), M.Med.

"Ini istilah betulan yang ada di literatur, pola perilakunya mirip autisme," kata Amanda seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/4/2025).

 

 

Menurut Amanda, autisme virtual ditandai dengan gangguan dalam komunikasi sosial, perilaku yang repetitif, hingga ekspresi wajah yang tidak sesuai.

Kondisi tersebut muncul akibat minimnya stimulasi sosial karena paparan gadget yang berlebihan.

 

Baca juga: Jenazah Warga Lembang Ampang Batu Toraja Utara Ditandu 4 Kilometer

 

"Kalau dipanggil tidak merespon, kontak matanya kurang, ekspresi wajahnya kurang atau tidak sesuai. Itu karena kurang atau salah stimulasi," jelasnya.

Meski demikian, Amanda menyebut gejala autisme virtual bisa membaik secara signifikan jika paparan gawai dikurangi.

Anak yang sebelumnya tidak responsif dapat kembali menunjukkan kontak mata dan kemampuan sosial yang lebih baik.

 

Baca juga: Pertahankan Kursi Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe Temui Mantan Bupati Jeneponto

 

Autisme Virtual Bukan Autisme Spektrum

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved