Paparan Gadget Berlebihan Bisa Picu Autisme Virtual pada Anak
Amanda menegaskan bahwa autisme virtual berbeda dengan gangguan spektrum autisme (GSA).
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-gadget-anak-1642025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun yang terlalu sering terpapar layar gadget berisiko mengalami kondisi yang dikenal sebagai autisme virtual.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dr Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp.Neuro.(K), M.Med.
"Ini istilah betulan yang ada di literatur, pola perilakunya mirip autisme," kata Amanda seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/4/2025).
Menurut Amanda, autisme virtual ditandai dengan gangguan dalam komunikasi sosial, perilaku yang repetitif, hingga ekspresi wajah yang tidak sesuai.
Kondisi tersebut muncul akibat minimnya stimulasi sosial karena paparan gadget yang berlebihan.
Baca juga: Jenazah Warga Lembang Ampang Batu Toraja Utara Ditandu 4 Kilometer
"Kalau dipanggil tidak merespon, kontak matanya kurang, ekspresi wajahnya kurang atau tidak sesuai. Itu karena kurang atau salah stimulasi," jelasnya.
Meski demikian, Amanda menyebut gejala autisme virtual bisa membaik secara signifikan jika paparan gawai dikurangi.
Anak yang sebelumnya tidak responsif dapat kembali menunjukkan kontak mata dan kemampuan sosial yang lebih baik.
Baca juga: Pertahankan Kursi Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe Temui Mantan Bupati Jeneponto
Autisme Virtual Bukan Autisme Spektrum
| Tips Memilih Powerbank alias Bank Daya agar Perangkat Aman dan Awet |
|
|---|
| Spesifikasi dan Harga Poco M7 Pro 5G yang Bakal Meluncur di Indonesia 7 April 2025 |
|
|---|
| Lakukan Pengawasan di Tana Toraja, Yariana Somalinggi: Jagai Anak'ta |
|
|---|
| Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak, Menkes Budi Gunadi: Ganggu Kesehatan Mental |
|
|---|
| Segera Diluncurkan, Layar iPhone 16 Lebih Besar dari iPhone 15 |
|
|---|