Kamis, 30 April 2026

Presiden Prabowo Subianto Ingin Dialog dengan Tokoh Gerakan Indonesia Gelap

Presiden menyampaikan keinginannya untuk memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan narasi "Indonesia Gelap".

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Presiden Prabowo Subianto Ingin Dialog dengan Tokoh Gerakan Indonesia Gelap
Dok. Tim Media Prabowo Subianto
INDONESIA GELAP - Presiden Prabowo Subianto melakukan wawancara terbatas dengan 7 Pemimpin Redaksi media di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Presiden Prabowo Subianto mengaku ingin bertemu dan berdialog dengan tokoh-tokoh yang menyuarakan "Indonesia Gelap". 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan para tokoh yang menggaungkan istilah "Indonesia Gelap".

Ia mengungkapkan niat tersebut sebagai upaya membuka ruang diskusi mengenai persoalan kebangsaan yang tengah dihadapi.

"Saya juga mau dialog, saya mau ketemulah, mari kita bahas, mungkin tidak usah di publik, ya tokoh-tokoh yang Indonesia Gelap," ujar Prabowo dalam pernyataannya yang ditayangkan melalui kanal YouTube Harian Kompas, Selasa (8/4/2025).

 

 

Presiden menyampaikan keinginannya untuk memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan narasi "Indonesia Gelap".

Ia bahkan membuka kemungkinan untuk bekerja sama mencari solusi jika memang terdapat hal-hal yang dianggap kurang baik dalam kondisi negara saat ini.

"Indonesia gelap, maksudnya, oke kalau memang Indonesia gelap, mari kita kerja supaya Indonesia tidak gelap. Ya kan. Kok Indonesia gelap. Kabur saja dulu deh. Ya kan," lanjut Prabowo dalam pernyataan tersebut.

 

Baca juga: Presiden Prabowo Akan Umumkan Sikap RI Hadapi Kebijakan Tarif Trump Siang Nanti

 

Lebih lanjut, Prabowo juga mengatakan akan mengirim surat resmi kepada beberapa aktivis yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah, seperti Refly Harun dan Rocky Gerung.

Surat tersebut akan menjadi dasar untuk mengajak berdialog secara terbuka mengenai arah kebijakan yang telah diambil pemerintah.

 

Baca juga: 150 Hari Memimpin, Presiden Prabowo Klaim Berhasil Bongkar Beragam Kasus Besar

 

"Saya bikin hitam di atas putih, saya mau kirimlah ke Refly Harun atau siapa, Rocky Gerung. Tell me what is wrong? Kalau saya mau kasih makan ke anak yang lapar, what is wrong with that?" tegasnya.

Presiden menegaskan bahwa ia terbuka terhadap kritik dan ingin memastikan bahwa segala kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved