GMNI Toraja Utara Bagi-bagi Takjil di Tugu Kandean Dulang Rantepao
Asriani menambahkan, GMNI sebagai salah satu bagian organisasi kepemudaan juga wajib berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/salah-s3wrrr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Puluhan mahasiswi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Toraja Utara, berbagi takjil kepada pengendara di Bundaran Tugu Kandean Dulang, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (13/3/2025) sore.
Dari Tugu Kandean Dulang, GMNI melanjutkan kegiatan yang sama di Masjid Besar Rantepao.
Wakil Ketua Bidang Spritulitas GMNI Cabang Toraja Utara, Asriani, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan program kerja DPC GMNI Toraja Utara.
"Selain program kerja, kegiatan ini juga sebagai bentuk aksi sosial di bulan puasa," ucapnya.
Asriani menambahkan, GMNI sebagai salah satu bagian organisasi kepemudaan juga wajib berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
"Tak hanya tugas di kampus, di organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan juga menjadi fokus GMNI yang tak dapat terpisahkan," tuturnya.
Sejarah GMNI
Mengutip Wikipedia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, terutama kota atau kabupaten yang memiliki perguruan tinggi.
GMNI berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya (gagasannya lahir di Jakarta).
GMNI merupakan organisasi hasil dari penggabungan atau peleburan (fusi) dari tiga organisasi mahasiswa yang telah berdiri sebelumnya.
Yakni Gerakan Mahasiswa Marhaen (berbasis di Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Merdeka (berbasis di Surabaya), dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (berbasis di Jakarta).
| Rehabilitasi Hutan Lindung, GMNI Toraja Utara Tanam 1001 Pohon di Kapalapitu |
|
|---|
| Klinik Harapan Bunda Makale Bagikan 500 Takjil |
|
|---|
| Pemudik Singgah di Masjid Besar Rantepao Toraja Utara Dapat Parcel |
|
|---|
| War Takjil Ramadan di Rantepao Berakhir, Sehari Pedagang Raup Rp5 Juta |
|
|---|
| Selama Ramadan 1447 H, Masjid Raya Makale Siapkan 350 Porsi Takjil dan Makan Berat Konsep Prasmanan |
|
|---|