Minggu, 19 April 2026

Memasuki Puasa Ramadan, Harga Lada Katokkon Cabai Rawit Merangkak Naik di Tana Toraja

Menurut pedagang, pada bulan Ramadan tahun lalu, harganya tidak terlalu banyak mengalami kenaikan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Memasuki Puasa Ramadan, Harga Lada Katokkon Cabai Rawit Merangkak Naik di Tana Toraja
Tribun Toraja
LAGA KATOKKON - Pedagang sedang melayni pembeli di di Pasar Ge'tengan, Kelurahan Rante Kalua', Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Jumat (7/3/2025). Memasuki Ramadan 1446 Hijriah, sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga di Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Harga komoditas hortikultura, termasuk Lada Katokkon, mengalami kenaikan di Pasar Ge'tengan, Kelurahan Rante Kalua', Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Jumat (7/3/2025).

Katokkon adalah sebutan untuk cabai khas Tana Toraja, Sulsel. Biasa juga disebut cabe bakul.

Bentuknya bulat lonceng, mirip paprika mini, dan berukuran 3–4 cm. Saat muda berwarna hijau keunguan, saat matang berwarna merah.

Rasanya pedas, bisa 4-6 kali lebih pedas dari cabai rawit. Katokkon juga memiliki aroma yang khas.

Salah satu pedagang yang berjualan di Pasar Ge'tengan, Ester Pangka (48), mengatakan semua harga kebutuhan pokok naik.

Ia mengatakan harga mulai naik sejak masuk bulan puasa.

"Semuanya naik, termasuk Lada Katokkon", ucapnya.

Lada katokkon dibanderol Rp 45 ribu per kilogram. Harga ini nai dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.

Cabai rawit juga naik kini menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram, pekan lalu harganya Rp 80 ribu ribu per kilogram.

Menurutnya, pada bulan Ramadan tahun lalu, harganya tidak terlalu banyak mengalami kenaikan.

"Tahun ini banyak sekali naiknya dibanding tahun lalu," katanya.

Ester menuturkan, sebagian besar pedagang di Ge'tengan membeli dari pemasok dari Kota Palopo.

"Harga di pasar Ge'tengan biasanya tidak beda jauh dengan Pasar Makale, karena pedagang yang berjualan di biasa berjualan juga di Pasar Makale," lanjutnya..

Ditemui di lapak lain, Toni alias Mama Gani (72), mengatakan hal yang sama.

"Harga semua naik, sejak masuk bulan puasa," katanya.

Untuk diketahui, Pasar Ge'tengan tidak buka setiap hari, melainkan sekali dalam seminggu.

Untuk diketahui, Ester dan Toni alias Mama Gani, biasanya berjualan di Pasar Ge'tengan dan Pasar Sentral Makale.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved