Sabtu, 11 April 2026

Paskah 2025

Jemaat Hadiri Misa Rabu Abu Gereja Katolik Santo Paulus Ge'tengan

Misa Rabu Abu menjadi momen penting yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan kefanaan manusia. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Jemaat Hadiri Misa Rabu Abu Gereja Katolik Santo Paulus Ge'tengan
Tribun Toraja
RABU ABU - Jemaat memasuki Gereja Katolik Santo Paulus Ge'tengan, Kelurahan Rantekalua', Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (5/3/2025) sore, untuk mengikuti Misa Rabu Abu. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Umat Katolik menghadiri Misa Rabu Abu di Gereja Katolik Santo Paulus Ge'tengan, Kelurahan Rantekalua', Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (5/3/2025) sore.

Misa ini menandai masa Prapaskah, sebuah periode refleksi dan pertobatan sebelum perayaan Paskah. 

Antusiasme umat untuk mengikuti Misa ini sangat tinggi.

Pantauan Tribun Toraja, jemaat mulai berbondong-bondong ke Gereja. Tua, muda, dan anak-anak memasuki gereja.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Misa Rabu Abu menjadi momen penting yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan kefanaan manusia. 

Sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian 3:19, abu mengingatkan manusia akan asal-usulnya: "Sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Misa Rabu Abu ini bertujuan untuk mempersiapkan umat memasuki masa tobat selama 40 hari menjelang Paskah.
Selama periode ini, umat Katolik diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, puasa, dan amal kasih, sebagaimana ditegaskan dalam ajaran gereja.

Selain itu, Misa Rabu Abu menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk memulai perjalanan rohani dengan penuh kesungguhan, menjadikan Paskah nanti sebagai puncak perayaan iman yang lebih bermakna.
(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved