Erick Thohir Bakal Evaluasi Total Pertamina Imbas Kasus Dugaan Korupsi Pertamax Oplosan
Erick menyampaikan bahwa evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk kemungkinan merger beberapa anak perusahaan guna meningkatkan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/TERSANGKA-KORUPSI-PERTAMINA-Riva-Siahaan-Direktur-Utama-Dir.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan melakukan evaluasi total terhadap PT Pertamina menyusul kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak yang menyeret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.
"Kami tentu akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Ke depan, kami akan melihat perbaikan apa saja yang perlu dilakukan," ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (1/3/2025), dikutip dari laporan jurnalis KompasTV.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang tengah dijalankan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan mengapresiasi langkah yang telah diambil dalam penanganan kasus ini.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk kemungkinan merger beberapa anak perusahaan guna meningkatkan efisiensi operasional.
"Kami akan mengkaji apakah ada 1-2 perusahaan yang perlu digabungkan, sehingga antara kilang dan Patra Niaga tidak lagi terjadi pertukaran penjualan. Ini akan menjadi bagian dari evaluasi kami," jelasnya.
Selain itu, Erick menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani permasalahan ini, melibatkan pihak seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: Erick Thohir Pastikan Dirut Pertamina Patra Niaga Diganti Maret 2025
"Kami akan berdiskusi dan mencari solusi terbaik. Sesuai arahan Pak Presiden, koordinasi antara menteri harus tetap berjalan dengan baik," tambahnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengungkap adanya dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Dalam kasus ini, tersangka Riva Siahaan beserta beberapa pihak lainnya diduga melakukan pembayaran untuk RON 92, meskipun yang sebenarnya dibeli adalah RON 90 atau lebih rendah.
Kejagung menjelaskan bahwa RON 90 tersebut kemudian dilakukan pencampuran (blending) di fasilitas penyimpanan atau depo agar menyerupai RON 92.
Baca juga: DPRD Sulsel Bakal Sidak SPBU Pertamina, Usut Dugaan Pertamax Oplosan
Erick Thohir pun menegaskan pentingnya menjaga citra BUMN agar tidak tercoreng akibat ulah segelintir individu.
"Jangan sampai karena ada oknum tertentu, seluruh perusahaan menjadi dianggap buruk," tegasnya.
Meski masih menghadapi tantangan, Erick juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan serta pelayanan Pertamina saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
(*)
| Pertalite Habis di SPBU Kasimpo Tana Toraja, Antrean Kendaraan Langsung Bubar |
|
|---|
| Warga Toraja di Jakarta Bawakan Lagu Marendeng Marampa dalam Konser Pra Kompetisi Sing From Kobe |
|
|---|
| Dua Kali Mangkir, Polisi Jemput Paksa Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila |
|
|---|
| Jersey Timnas Indonesia di SEA Games 2025 Usung Motif Toraja dan Spirit Kebangsaan |
|
|---|
| Mentan Pastikan Stok Beras di Daerah Bencana Sumatra Aman dan Tersalurkan Tepat Waktu |
|
|---|