Selasa, 21 April 2026

JADWAL LENGKAP 1 Ramadan 2025 dari Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Muslim yang dilaksanakan sesuai kalender Hijriah.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto JADWAL LENGKAP 1 Ramadan 2025 dari Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Tribunnews/Irwan Rismawan
RAMADAN 2025 - Ilustrasi pemantauan hilal untuk penentuan 1 Ramadan. Jadwal 1 Ramadan 2025 Menurut Pemerintah Berdasarkan kalender Hijriah 1446 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Bulan Ramadan 1446 Hijriah diperkirakan akan dimulai pada Maret 2025. Ramadan merupakan bulan suci yang dinantikan oleh umat Islam, termasuk di Indonesia.

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Muslim yang dilaksanakan sesuai kalender Hijriah.

Umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Lalu, kapan tepatnya awal Ramadan 2025?

 

 

Jadwal 1 Ramadan 2025 Menurut Pemerintah

Berdasarkan kalender Hijriah 1446 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Jika dihitung dari hari ini, Senin (24/2/2025), maka puasa Ramadan tinggal lima hari lagi.

Meski demikian, Kemenag masih akan melakukan sidang isbat pada 28 Februari 2025 untuk menetapkan awal Ramadan secara resmi dengan metode rukyat dan hisab.

 

Baca juga: Ramadan Sebentar Lagi, Inilah Niat Sholat Sunnah Tarawih

 

Jadwal 1 Ramadan 2025 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Dengan demikian, menurut Muhammadiyah, puasa Ramadan akan dimulai dalam lima hari ke depan.

 

Baca juga: Link dan Jadwal Pemantauan Hilal Sidang Isbat Awal Ramadan 2025

 

Jadwal 1 Ramadan 2025 Menurut NU

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum secara resmi mengumumkan awal Ramadan 2025.

Dalam menentukan 1 Ramadan, NU menggunakan metode rukyat dan hisab, serupa dengan pendekatan yang digunakan pemerintah.

Proses pengamatan hilal dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU di beberapa titik pemantauan, seperti daerah pesisir barat atau gedung-gedung tinggi yang menghadap ufuk barat.

Keputusan resmi dari NU akan diumumkan setelah pengamatan hilal selesai dilakukan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved