Aksi Indonesia Gelap Bakar Ban Depan UNM, Jalan Pettarani Makassar Macet
Mereka menolak sejumlah kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat, terutama terkait efisiensi anggaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/MAHASISWA-MAK3rr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar unjuk rasa menolak efisiensi anggaran, khususnya anggaran untuk pendidikan dan kesehatan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Unjuk rasa di depan Menara Pinisi Kampus UNM, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (19/2/2025) siang, membuat macet jalanan.
Pasalnya, unjuk rasa bertajuk 'Indonesia Gelap' itu, diwarnai aksi bakar ban di tengah jalan.
"Ketika anggaran pendidikan dipangkas, ini membuktikan rezim tidak berpihak untuk mencerdaskan anak bangsa," ucap salah satu orator.
Menurutnya, pemerintah tidak seyogyanya memangkas anggaran pendidikan yang menjadi kebutuhan dasar dalam mewujudkan amanat undang-undang yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Hal pokok yang menjadi kebutuhan dasar sebua negara adalah pendidikan, kesehatan dan keamanan," ujarnya.
"Jika pendidikan anggarannya dipangkas, yang terjadi bukanlah Indonesia Emas 2045, tapi yang ada hanyalah Indonesia Cemas," lanjutnya.
Aksi Mahasiswa se-Indonesia
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (17/2/2025), mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar demonstrasi bertajuk ”Indonesia Gelap” di sejumlah daerah di Tanah Air.
Mereka menolak sejumlah kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat, terutama terkait efisiensi anggaran.
Selain itu, mereka juga menolak revisi Undang-Undang (UU) Pertambangan Mineral dan Batubara terkait konsesi tambang untuk perguruan tinggi serta mendorong pengesahan UU Perampasan Aset.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari di Kalimantan Selatan Abdurrahman mengatakan, aksi bertajuk Indonesia Gelap digelar serentak di sejumlah daerah Indonesia untuk menyoroti berbagai polemik yang ditimbulkan rezim Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama 100 hari kerja.
Di Jakarta, unjuk rasa ”Indonesia Gelap” yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bertahan hingga malam hari sebelum membubarkan diri.(emba)
| Efisiensi Anggaran Ala Pemkab Toraja Utara, Tiga Hari Besar Diperingati dalam Satu Acara |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Kasus Bundir di Tana Toraja Tahun 2025 Naik 100 Persen, Unjuk Rasa Naik 220 Persen |
|
|---|
| MKD DPR Putuskan Sahroni, Eko Patrio, dan Nafa Urbach Bersalah, Adies Kadir dan Uya Kuya Bebas |
|
|---|
| Warga Bua Luwu Blokade Jalan Trans Sulawesi, Protes Rekrutmen PT BMS yang Dinilai Tak Adil |
|
|---|