Senin, 4 Mei 2026

Menkes: Hipertensi Diprediksi Jadi Keluhan Utama dalam Program Cek Kesehatan Gratis

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini tersedia setiap tahun, bertepatan dengan hari ulang tahun seseorang hingga 30 hari setelahnya.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Menkes: Hipertensi Diprediksi Jadi Keluhan Utama dalam Program Cek Kesehatan Gratis
Wartakotalive/Alfian Firmansyah
CEK KESEHATAN GRATIS - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025). Ia memprediksi penyakit darah tinggi menjadi keluhan utama masyarakat saat Cek Kesehatan Gratis. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis yang dimulai pada 10 Februari 2025 diperkirakan akan mengungkap bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi keluhan paling umum di masyarakat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan prediksinya ini saat mengunjungi Puskesmas Jagir, Surabaya, pada Senin (10/2/2025).

"Feeling saya paling banyak darah tinggi," ujar Budi, dikutip dari Kompas.com.

 

 

Prediksi Berbasis Sampel Populasi

Untuk memastikan prediksi ini, pemerintah akan melakukan survei dengan mengambil sampel dari sekitar 200.000 orang dari total populasi 280 juta jiwa.

"Survei kesehatan, seperti statistik, diambil sampel 100 sampai 200 ribu dari 280 juta," jelasnya.

Menkes juga mengingatkan bahwa hipertensi bisa berujung pada komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

"Darah tinggi atau gula, kalau tidak ditangani dalam 4-5 tahun, bisa menyebabkan gagal ginjal, gangguan penglihatan, stroke, jantung, bahkan kematian," tegasnya.

 

Baca juga: Prabowo Siapkan Rp4,7 Triliun untuk Cek Kesehatan Gratis

 

Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan

Budi berharap masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini untuk mendeteksi penyakit lebih awal.

"Kalau hipertensi ditangani di puskesmas, obatnya murah, tidak sampai Rp 300 ribu. Tapi kalau dibiarkan sampai masuk rumah sakit, biayanya bisa puluhan juta," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved