Rabu, 22 April 2026

Gunung Semeru Erupsi, Waga Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 8 Km dari Puncak

BPBD mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. 

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Gunung Semeru Erupsi, Waga Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 8 Km dari Puncak
Dok. PVMBG
Gambaran erupsi Gunung Semeru dengan letusan setinggi 1.200 meter, Kamis (2/1/2025).(via Kompas.com) 

TRIBUNTORAJA.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru dialporkan meletus pagi tadi, Kamis (2/1/2025), sekira pukul 08.51 WIB. 

Gununung yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini mengeluarkan kolom abu setinggi 1.200 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko. 

Hal ini disampaikan petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, dalam keterangan tertulis. 

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.51 WIB dengan tinggi kolom abu 1.200 meter," tulisnya. 

Sebelumnya, Semeru sempat mengalami dua letusan lainnya pada pukul 05.05 dan 07.57 WIB, dengan kolom abu setinggi 500 meter. 

Berdasarkan laporan PPGA Semeru, Rabu (1/1/2025) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tercatat 34 kali erupsi berupa letusan. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Yudhi Cahyono, menyebut erupsi terbaru masih dalam kategori normal. 

"Status aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di level II atau waspada," ujar Yudhi. 

BPBD mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. 

Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. 

Hal ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar bisa mencapai 13 kilometer dari puncak. 

"Terlebih, curah hujan di sekitar Gunung Semeru tinggi, sehingga meningkatkan risiko banjir lahar," tambah Yudhi. 

Yudhi meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

 "Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar, terutama saat terjadi hujan lebat," imbaunya. 

Dengan status waspada yang masih berlaku, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan dari otoritas setempat untuk menghindari risiko lebih besar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Semeru Kembali Meletus, Kolom Abu Capai 1.200 Meter"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved