Uang Palsu UIN Alauddin
Cegah Transaksi Uang Palsu, Alfamidi Super Rantepao Toraja Utara Miliki Pendeteksi Uang
Budi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya transaksi menggunakan uang palsu di Alfamidi Super Rantepao.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/21122024_alat_pendeteksi_uang.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Untuk mencegah adanya transaksi menggunakan uang palsu, Alfamidi Super Rantepao, Toraja Utara, menggunakan mesin pendeteksi uang untuk mengetahui yang itu asli maupun uang palsu.
Manager Alfamidi Super Kota Rantepao, Budi Setiawan, mengatakan bahwa bukan hanya di Rantepao tapi store cabang Alfamidi lainnya juga sudah dilengkapi dengan mesin pendeteksi tersebut.
Apalagi sekarang viral penemuan pabrik uang palsu di kampus UIN Alauddin Makassar. Warga makin resah, uang palsu sudah banyak beredar.
Informasi yang dihimpun, uang palsu tersebut digunakan mulai transaksi di SPBU, kios, hingga harus kecil.'
Budi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya transaksi menggunakan uang palsu di Alfamidi Super Rantepao.
"Alhamdulillah, belum ada laporan transaksi menggunakan uang palsu, baik di Kota Rantepao dan Kota Makale juga belum ada laporan di cabang-cabang Alfamidi," ucapnya kepada Tribun Toraja.
"Sudah ada namanya alat Money Detector (pendeteksi uang) itu letaknya di bawah meja kasir. Jadi petugas memang diajarkan untuk teliti melihat uang konsumen saat sedang melakukan transaksi," tuturnya.
Budi mengatakan, ia melihat adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaran non tunai (tanpa uang cash).
"Selain pembayaran melalui uang tunai, Alfamidi menyediakan pembayaran non tunai baik itu kartu kredit, debit, Qris, dan e-Wallet," katanya.
"Sudah mulai banyak pembeli yang menggunakan hal tersebut namun masih banyak juga yang masih menggunakan uang tunai dalam melakukan transaksi. Tapi pasti ke depan pembayaran non tunai mulai akan dimassifkan lagi," jelasnya.
Dilansir dari Tribun Timur, Kasus pencetakan dan peredaran uang palsu yang melibatkan UIN Alauddin Makassar (UINAM) terungkap.
Fakta barunya, tidak hanya mencetak uang palsu, tetapi juga mencetak sertifikat deposito dan Surat Berharga Negara (SBN).
Temuan fakta pencetakan surat berharga disampaikan langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan, didampingi Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/12/2024).
"Ada yang menarik juga, kita minta penjelasan BI apa betul atau tidak?. Ada satu lembaran kertas foto copy sertifikat of deposit BI nilainya 45 Triliun juga ada satu lembar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 700 triliun," ujar Yudhiawan.
Selain mengamankan barang bukti itu, pihak kepolisian juga mengankan 89 item barang bukti berupa tinta, mesin cetak dan spart part.
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan, kasus pencetakan uang palsu hingga saat masih terus didalami dan melakukan pengembangan.
Bahkan polisi menyebut kalau masih ada pelaku lain yang sementara dalam pengejaran, 17 orang lainnya sudah ditangkap.
(*)
| Dilimpahkan ke Kejari Gowa, Annar Salahuddin Sampetoding: Jangan Sebut Saya Otak Uang Palsu |
|
|---|
| Donatur dan Otak Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin, Annar Sampetoding Teranjam Penjara 15 Tahun |
|
|---|
| Uang Palsu Pabrikan UIN Alauddin Dibikin 19 Tahapan Agar Mirip Asli, BI Sebut Kualitas Rendah |
|
|---|
| Pernah Dibela Saat Berkasus, Kubu Ferdy Sambo Klaim Tak Kenal Annar Sampetoding |
|
|---|
| Jejak Usaha Annar Sampetoding Tersangka Sindikat Uang Palsu, Keluarga Pendiri PT Antam |
|
|---|