Begini Cara Dapat Vaksin DBD, Mulai Digalakkan Kemenkes Jelang Musim Hujan
Masyarakat dapat memperoleh vaksin DBD di rumah sakit, klinik vaksin, atau fasilitas kesehatan terdekat.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-demam-berdarah-dbd-2662024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Jelang musim hujan, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meningkatkan upaya vaksinasi dengue dosis lengkap untuk mengurangi angka kasus demam berdarah dengue (DBD).
Agus Handito dari Tim Kerja Arbovirosis Dirjen P2P Kemenkes menyatakan bahwa demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan kerap menimbulkan kejadian luar biasa dan kematian.
“Prevalensi kasus dengue di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Walaupun berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), angka kasus masih berfluktuasi setiap tahunnya,” ujar Agus, Sabtu (9/11/2024), seperti dikutip dari Antara.
Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan peningkatan kasus DBD di Indonesia, dengan 88.593 kasus terkonfirmasi dan 621 kematian hingga 30 April 2024, meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga minggu ke-42 tahun 2024, terdapat 203.921 kasus DBD di 482 kabupaten/kota di 36 provinsi, dengan 1.210 kematian di 258 kabupaten/kota di 32 provinsi.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi dengue lengkap dan mempromosikan kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD, bertujuan mencapai nol kematian akibat demam berdarah (Zero Dengue Death) pada tahun 2030.
Baca juga: DBD di Tana Toraja Capai 238 Kasus di Semester 1 2024, Seminggu Terakhir 0 Kasus
Saat ini, terdapat dua jenis vaksin dengue yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM dan tersedia secara berbayar.
Agus menambahkan bahwa pihaknya tengah mengkaji rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) agar vaksinasi ini bisa dijadikan program nasional.
Selain vaksinasi, Kemenkes juga menggunakan teknologi nyamuk berwolbachia yang terbukti efektif dalam penelitian di Yogyakarta serta di negara lain seperti Brasil, Australia, dan Vietnam, sebagai langkah pencegahan demam berdarah.
Baca juga: 158 Kasus DBD di Toraja Utara Periode Januari -Juni 2024, 3 Kecamatan Masuk Rawan
Cara Mendapatkan Vaksin DBD
Dilansir dari situs Cegahdbd.com, vaksin DBD saat ini belum masuk dalam program imunisasi nasional sehingga masih berbayar dan belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Masyarakat dapat memperoleh vaksin DBD di rumah sakit, klinik vaksin, atau fasilitas kesehatan terdekat.
Biaya vaksinasi dapat berbeda-beda di setiap fasilitas kesehatan.
(*)
| Kasus Influenza Naik, Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh, Kemenkes Jelaskan Penyebabnya |
|
|---|
| 32 Jemaah Haji Indonesia Positif Covid-19, Kemenkes Imbau Jaga Prokes dan Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 179 di Pertengahan Tahun 2025 |
|
|---|
| PeduliLindungi Diretas dan Tampilkan Judi Online, Kini Diblokir Komdigi |
|
|---|
| Viral Situs PeduliLindungi Berubah Jadi Iklan Judi Online, Kemenkes dan Telkom Lepas Tangan |
|
|---|