Senin, 11 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Kim Jong Un Dikabarkan Raup Rp 392 Miliar per Bulan dengan Kirim Pasukan ke Rusia

Dalam salah satu kejadian, tentara Rusia dikabarkan bingung dengan kehadiran pasukan Korea Utara yang ditempatkan di antara mereka tanpa mengetahui...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kim Jong Un Dikabarkan Raup Rp 392 Miliar per Bulan dengan Kirim Pasukan ke Rusia
KCNA
Sejumlah personel tentara Korea Utara tampak berlatih di pangkalan pelatihan untuk unit operasi khusus tentara Korea Utara di barat Korea Utara, 2 Oktober 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan meraup USD25 juta atau setara Rp392 miliar per bulan dari pengiriman pasukan Korea Utara ke Rusia.

Meski begitu, beberapa sumber mengungkapkan bahwa tentara Korea Utara ini berpotensi diabaikan dan mengalami kerugian besar oleh pihak Rusia.

Laporan menyebutkan bahwa bulan lalu, Kim Jong Un mengirim sekitar 12.000 pasukan elit Korea Utara ke medan pertempuran di Rusia dan Ukraina.

 

 

Dikutip dari New York Post, sumber terkait menyatakan bahwa Kim Jong Un menerima bayaran sebesar USD2.000 (sekitar Rp31 juta) per bulan untuk setiap prajurit Korea Utara, yang dikenal sebagai "Korps Badai," dari pihak Rusia.

Namun, para ahli Korea Utara mengungkapkan bahwa perwira militer Rusia tampaknya tidak memanfaatkan kehadiran pasukan tersebut dengan optimal.

Hambatan bahasa, perbedaan budaya, serta upaya untuk menyamarkan tentara Korea Utara agar terlihat seperti pasukan Rusia dari Siberia diduga menjadi faktor penyebab tingginya jumlah korban dari pihak Korea Utara dalam konflik ini, seperti yang disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat.

 

Baca juga: Tentara Korea Utara yang Ikut Perang di Rusia Malah Kecanduan Film Porno Online

 

Alih-alih mengerahkan pasukan ini sebagai satu kesatuan terpisah, pihak militer Rusia disebut mencampurkan mereka dengan pasukan Moskow, yang justru menghasilkan kebingungan dan hasil buruk di lapangan.

Dalam salah satu kejadian, tentara Rusia dikabarkan bingung dengan kehadiran pasukan Korea Utara yang ditempatkan di antara mereka tanpa mengetahui identitasnya.

“Mereka disia-siakan,” kata Gordon G Chang, seorang jurnalis sekaligus pakar Asia.

 

Baca juga: Pejabat Ukraina Sebut Banyak Tentara Korea Utara yang Tewas di Pertempuran Kursk Rusia

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved