Cuaca Ekstrem
BMKG: La Nina Diprediksi Berlangsung hingga 2025, Waspada Risiko Banjir dan Longsor
La Nina merupakan fenomena alam periodik di Samudera Pasifik yang menyebabkan penurunan suhu permukaan laut di wilayah tersebut, meningkatkan curah...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-badai-petir-guntur-kilat-1162023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa fenomena La Nina lemah akan berlangsung di Indonesia hingga awal tahun 2025.
La Nina merupakan fenomena alam periodik di Samudera Pasifik yang menyebabkan penurunan suhu permukaan laut di wilayah tersebut, meningkatkan curah hujan di berbagai daerah.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa La Nina lemah pada awal 2025 berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 20 persen di atas normal.
Menurut Ardhasena, wilayah yang diperkirakan akan menerima curah hujan tahunan di atas rata-rata perlu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat puncak musim hujan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ini.
"Diperlukan optimalisasi infrastruktur sumber daya air di wilayah rentan banjir, termasuk drainase dan sistem resapan, untuk mengurangi risiko banjir," ungkap Ardhasena, Senin (4/11/2024), seperti dikutip dari laman bmkg.go.id.
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: Potensi Hujan Lebat di Lima Wilayah Indonesia
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025 tidak akan ada anomali iklim besar, karena ENSO (El Nino-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) berada dalam kondisi netral.
"Berdasarkan dinamika atmosfer dan laut saat ini, BMKG memprediksi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan berada dalam kategori normal dengan kisaran 1000-5000 mm per tahun," jelas Dwikorita.
Ia juga merinci bahwa sekitar 67 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan tahunan di atas 2.500 mm per tahun, yaitu:
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: 17 Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat hingga 20 Oktober
- Sebagian besar Aceh
- Sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu
- Bagian barat Riau dan Jambi
- Sebagian besar Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung bagian utara, sebagian Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bagian barat
- Sebagian kecil Jawa Timur
- Sebagian besar Pulau Kalimantan
- Pulau Sulawesi bagian tengah dan selatan
- Beberapa wilayah di Bali, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Maluku, dan Papua
(*)
| BMKG Peringatkan Peningkatan Curah Hujan Sepekan ke Depan, Ada Kombinasi Faktor Global dan Lokal |
|
|---|
| BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Suhu Panas Ekstrem Landa Wilayah Indonesia, BMKG Imbau Waspada |
|
|---|
| Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang di Toraja Senin 13 Mei 2025 |
|
|---|
| BMKG: Masuk Musim Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana Hidrometeorolgi |
|
|---|