PRPrG Berakhir, Perwakilan Bali Apresiasi Komitmen ‘No to Plastic’ Toraja
turut hadir menyaksikan penutupan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, didampingi Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Pertemr3r3.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE – Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) dan Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2024 ditutup dengan ibadah penutupan di Gedung Tammuan Mali', Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (3/11/2024) malam.
Gelaran PRPrG dan PRPG-PGI 2024 berlangsung selama empat hari sejak 31 Oktober hingga 3 November 2024 dengan berbagai agenda.
Mulai spiritual, workshop, kesenian dan budaya, hingga wisata di Tana Toraja dan Toraja Utara, yang diikuti oleh ratusan perwakilan dari PGI.
Penutupan ditandai dengan penabuhan gendang oleh perwakilan MTH PGI, Pendeta Lince Pelu, didampingi Ketua Bidang V BPS Gereja Toraja, Pendeta Yusuf Paliling, juga Ketua PWGT, PendetanNi Nyoman Ayu Wandira.
Selain itu, turut hadir menyaksikan penutupan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, didampingi Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo.
Seorang peserta yang sekaligus Ketua PWDK Gereja Kristen Protestan di Bali, Ni Kade Rai Darmini, menyampaikan keberhasilan Toraja sebagai tuan rumah pertemuan raya atau praya ini.
“Luar biasa. Kesan saya sangat luar biasa,” ungkap Ni Kade Rai Darmini saat dijumpai Tribun Toraja usai acara.
“Karena saya dapat belajar bagaimana gereja memajukan perkembangan perempuan, bagaimana gereja memberikan inovasi dan kreativitas kepada perempuan, menjaga lingkungan, menjaga hal-hal yang menjadi komitmen bersama dari perempuan yaitu salah satunya bagaimana kita berkomitmen untuk melawan kekerasan, dan juga hal-hal lainnya. Baik ekologi, pariwisata, maupun bagaimana komitmen gereja membangun gereja,” urai dia.
Lima Isu ketidaksetaraan yang masih dialami perempuan gereja Indonesia dan dunia memang di bahas dalam praya kali ini di Toraja.
Isu tersebut mulaindsri kekerasan terhadap perempuan dan anak, pekerja migran, kepemimpinan perempuan, ketahanan pangan, hingga ekologi dan perempuan.
Salah satu yang menjadi komitmen penyelenggaraan praya di Toraja yakni ‘Say No to Plastic.’
Pantauan Tribun Toraja, beberapa komitmen tersebut diaplikasikan penyelenggara dengan menyediakan prasmanan dan bukan dalam bentuk nasi kotak, kemudian menyediakan stan air minum isi ulang untuk peserta memanfaatkan tumblr masing-masing, juga kemasan makanan yang dibungkus dengan daun pisang.
“Saya senang. Walaupun memang ada plastik yang tidak bisa dihilangkan, tetapi sudah dari awal dilihat, semua kue yang sudah dibungkus oleh daun, kemudian beberapa makanan, itu semua real food tidak fast food,” beber Ni Kade Rai Darmini.
Suasana haru memenuhi Gedugn Tammuan Mali' usai ibadah penutupan praya digelar. Apalagi peserta menyanyikan tembang-tembang perpisahan dan saling merangkul satu aama lainsebelum meninggalkan lokasi.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, dalam pembukaan praya mengungkapkan dukungannya terhadap acara ini sebagai momentum yang sangat penting bagi pemberdayaan perempuan, khususnya di wilayah Tana Toraja.
| Paskah 2025, PGI Sulselbar Usung Tema Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga |
|
|---|
| 'Marilah Sekarang Kita ke Betlehem' Jadi Tema Natal Nasional 2024, Ini Jadwal dan Maknanya |
|
|---|
| Tema, Makna, dan Pesan Natal 2024 PDF Lengkap |
|
|---|
| Mobil Maung MV3 Garuda Limousine Sudah Siap, Gibran Malah Naik Innova di Toraja |
|
|---|
| Wapres Gibran Puji Toleransi di Toraja, Bandingkan dengan Solo, Dia Diejek Antek China |
|
|---|