Israel Serang Palestina dan Lebanon, Pengamat: Ini Soal Wibawa PBB
Setelah melancarkan serangan intensif ke Gaza sejak 7 Oktober 2023, Israel kini memperluas operasi militernya ke Lebanon.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Bandara-Beirut-di-ibuko3rr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, menyoroti ancaman terhadap wibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional jika Israel terus melakukan serangan terhadap Palestina dan Lebanon tanpa adanya tindakan tegas.
Diketahui, sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas. Sementara itu, lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon hanya dalam beberapa pekan terakhir.
Tindakan Israel di Gaza telah memicu pengaduan ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) dengan tuduhan genosida.
Meski ICJ telah mengeluarkan putusan sementara yang memerintahkan Israel menghentikan serangan di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, Israel tetap mengabaikannya.
Menurut Hasibullah, impunitas yang diberikan kepada Israel menjadi tantangan besar dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Israel, katanya, telah mengakibatkan puluhan ribu kematian tanpa adanya sanksi yang signifikan dari komunitas internasional.
"Jika Israel terus dibiarkan melakukan tindakan balas dendam secara brutal, yang mengorbankan warga sipil seperti di Gaza dan kemungkinan juga di Lebanon, ini akan menjadi ancaman serius bagi wibawa PBB dan hukum internasional di mata dunia," ujar Hasibullah kepada Kompas.tv pada Selasa (1/10/2024).
Baca juga: Iran Luncurkan 180 Rudal ke Wilayah Israel
Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini menilai bahwa tindakan agresif Israel dapat menjadi contoh buruk bagi negara-negara lain dan berpotensi mendorong terjadinya agresi lebih lanjut.
"Jika Israel tidak dihentikan, ada kemungkinan negara-negara lain akan mengikuti jejaknya untuk melakukan tindakan agresi atau menyerang kedaulatan negara lain," tambahnya.
Baca juga: Korea Utara Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
Setelah melancarkan serangan intensif ke Gaza sejak 7 Oktober 2023, Israel kini memperluas operasi militernya ke Lebanon.
Serangan udara Israel di Lebanon, yang dimulai pekan lalu, telah menyebabkan lebih dari sejuta orang mengungsi.
Militer Israel mengklaim telah memulai invasi ke Lebanon dalam bentuk "operasi darat terbatas."
Namun, Hizbullah membantah pernyataan tersebut dan menegaskan siap menghadapi pasukan Israel jika mereka masuk ke wilayah Lebanon.
(*)
| AS-Israel Serang Iran, Kodim Tana Toraja Siagakan Pasukan dan Senjata |
|
|---|
| Dewan Keamanan PBB Setujui Rencana Damai di Gaza, Hamas Menolak Keras |
|
|---|
| Indonesia Siapkan 20 Ribu Tentara Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza, Jadi Sorotan Media Israel |
|
|---|
| Ditanya soal Beda Sikap FIFA ke Israel dan Rusia, Gianni Infantino Malah Bersyukur |
|
|---|
| TNI Siapkan Pasukan Khusus untuk Misi Kemanusiaan di Gaza |
|
|---|