Dapat Dukungan Pasukan Sekutu, Israel Ancam Balas Serangan Iran
Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut adalah kesalahan besar dari pihak Iran, dan Israel siap untuk memberikan balasan yang keras.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PM-Israel-Benjamin-Netanyahu.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan peringatan tegas bahwa Iran akan menghadapi pembalasan akibat serangan rudal yang diluncurkan pada Selasa malam (1/10/2024).
Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut adalah kesalahan besar dari pihak Iran, dan Israel siap untuk memberikan balasan yang keras.
"Iran telah melakukan kesalahan besar malam ini, dan mereka akan membayar harganya," ujar Netanyahu dalam rapat kabinet, dikutip dari BBC.
Ia menegaskan bahwa Israel tetap berpegang pada prinsip bahwa setiap serangan terhadap mereka akan dibalas dengan kekuatan penuh.
Dukungan Internasional untuk Israel
Serangan dari Iran juga memicu respons dari sekutu-sekutu Israel di seluruh dunia.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan dukungan penuh terhadap Israel. Biden menegaskan bahwa militer AS telah "aktif membantu dalam pertahanan Israel" selama serangan berlangsung, dan menyatakan bahwa serangan rudal Iran berhasil dicegah dengan baik.
"Kami sepenuhnya mendukung Israel," kata Biden dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Kirim Ratusan Rudal ke Israel, Iran: Ini Balasan Serangan Israel ke Lebanon
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, juga mengecam serangan Iran dan mengonfirmasi bahwa pasukan Inggris turut berpartisipasi dalam operasi yang bertujuan mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.
"Pasukan Inggris terlibat, dan saya mengucapkan terima kasih atas keberanian serta profesionalisme mereka," ungkap Healey.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, turut menyampaikan bahwa pasukan Prancis telah dikerahkan di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan Israel.
Baca juga: Presiden AS Joe Biden Perintahkan Militer Tembak Jatuh Rudal Iran yang Mengarah ke Israel
Macron juga berencana mengorganisir konferensi internasional untuk mendukung rakyat Lebanon, serta mendesak Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Lebanon.
Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menyebut serangan rudal Iran sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima" dan menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah konflik semakin memburuk.
Baca juga: Amerika Serikat Dukung Invasi Israel ke Lebanon
"Kami mengutuk keras tindakan ini, dan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menurunkan ketegangan serta menghindari perang besar," kata Ishiba.
Di sisi lain, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menggambarkan serangan rudal Iran sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan warga sipil.
Albanese memperingatkan bahwa tindakan permusuhan lebih lanjut hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
Baca juga: Israel Serang Palestina dan Lebanon, Pengamat: Ini Soal Wibawa PBB
Serangan Rudal Iran Sebagai Respons
Serangan rudal yang dilancarkan Iran pada Selasa malam (1/10) dilakukan atas perintah Ayatollah Ali Khamenei sebagai respons atas pembunuhan pemimpin Hamas dan Hizbullah.
Iran mengklaim serangan tersebut merupakan balasan atas kematian Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, serta Ismail Haniyeh dari Hamas, yang tewas dalam serangan udara Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan ini adalah "pembalasan" untuk kematian para pemimpin tersebut, serta komandan IRGC Abbas Nilforoshan.
Baca juga: Iran Luncurkan 180 Rudal ke Wilayah Israel
"Sebagai balasan atas syahidnya Ismail Haniyeh, Hassan Nasrallah, dan komandan Nilforoshan, kami menyerang jantung wilayah pendudukan," tulis IRGC dalam pernyataannya yang dilansir Al Jazeera.
Iran juga mengingatkan bahwa jika Israel membalas, respons berikutnya dari Teheran akan jauh lebih dahsyat.
Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan telah berlindung di lokasi yang aman setelah memberikan perintah serangan.
(*)
| AS-Israel Serang Iran, Kodim Tana Toraja Siagakan Pasukan dan Senjata |
|
|---|
| Apple Lakukan PHK di Divisi Penjualan, Gelombang PHK di Industri Teknologi Berlanjut |
|
|---|
| Ngaku Fans Berat Jackie Chan, Presiden AS Donald Trump Minta Film 'Rush Hour 4' Segera Diproduksi |
|
|---|
| Dewan Keamanan PBB Setujui Rencana Damai di Gaza, Hamas Menolak Keras |
|
|---|
| Indonesia Siapkan 20 Ribu Tentara Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza, Jadi Sorotan Media Israel |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.