Heboh Pernyataan Jokowi 'Datang Ramai-ramai, Ditinggal Ramai-ramai', Ini Maksudnya
Jokowi juga sempat berseloroh mengenai fenomena pemimpin yang "ditinggal" menjelang akhir masa jabatan mereka.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-342024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan terkait pernyataannya mengenai kehadiran yang ramai-ramai dan ditinggal ramai-ramai, yang sempat menjadi perhatian publik.
Pernyataan tersebut diungkapkan Jokowi saat menghadiri Kongres III Partai NasDem.
"Yang saya maksud adalah pentingnya kegotong-royongan di tengah masyarakat," jelas Jokowi di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (29/8/2024).
Ia menekankan bahwa seharusnya masyarakat tidak hanya ramai ketika ada hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga bersatu saat menghadapi masalah.
"Ketika ada masalah, kita harus menghadapinya bersama-sama. Segala sesuatu harus diselesaikan secara gotong-royong dan dicari solusinya bersama," tambahnya, seperti yang dikutip dari Antara.
Pernyataan tentang "datang ramai-ramai dan ditinggal ramai-ramai" pertama kali disampaikan Jokowi pada Kongres III Partai NasDem yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/8/2024).
Baca juga: Jaga Bendungan yang Akan Dikunjungi Jokowi, 54 Anggota TNI, Polisi dan Satpol PP Keracunan
Saat itu, Jokowi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang telah mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi juga sempat berseloroh mengenai fenomena pemimpin yang "ditinggal" menjelang akhir masa jabatan mereka.
"Biasanya, saat datang, ramai-ramai, tetapi saat mau pergi, ditinggal ramai-ramai," ungkap Jokowi.
Baca juga: Anak dan Mantu Presiden Jokowi Pamer Hidup Mewah Saat 9,9 Juta Gen Z Menganggur
"Tapi saya yakin, itu tidak berlaku untuk Bapak Surya Paloh, Bang Surya, dan Partai NasDem."
Sebagai informasi, Jokowi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.
(*)
| DPD Partai Nasdem Toraja Utara Sebut Isu Merger dengan Gerindra Opini Sesat |
|
|---|
| Kader PSI di Hotel Claro Makassar: "Jokowi, Jokowi, Jokowi" |
|
|---|
| Spanduk “Adili Jokowi” Terbentang di Depan Arena Rakernas PSI di Makassar |
|
|---|
| Warga Toraja di Jakarta Bawakan Lagu Marendeng Marampa dalam Konser Pra Kompetisi Sing From Kobe |
|
|---|
| Dua Kali Mangkir, Polisi Jemput Paksa Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila |
|
|---|