Rabu, 20 Mei 2026

Heboh Pernyataan Jokowi 'Datang Ramai-ramai, Ditinggal Ramai-ramai', Ini Maksudnya

Jokowi juga sempat berseloroh mengenai fenomena pemimpin yang "ditinggal" menjelang akhir masa jabatan mereka.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Heboh Pernyataan Jokowi 'Datang Ramai-ramai, Ditinggal Ramai-ramai', Ini Maksudnya
Tribun Style
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan terkait pernyataannya mengenai kehadiran yang ramai-ramai dan ditinggal ramai-ramai, yang sempat menjadi perhatian publik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Jokowi saat menghadiri Kongres III Partai NasDem

"Yang saya maksud adalah pentingnya kegotong-royongan di tengah masyarakat," jelas Jokowi di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (29/8/2024).

 

 

Ia menekankan bahwa seharusnya masyarakat tidak hanya ramai ketika ada hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga bersatu saat menghadapi masalah.

"Ketika ada masalah, kita harus menghadapinya bersama-sama. Segala sesuatu harus diselesaikan secara gotong-royong dan dicari solusinya bersama," tambahnya, seperti yang dikutip dari Antara.

Pernyataan tentang "datang ramai-ramai dan ditinggal ramai-ramai" pertama kali disampaikan Jokowi pada Kongres III Partai NasDem yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/8/2024).

 

Baca juga: Jaga Bendungan yang Akan Dikunjungi Jokowi, 54 Anggota TNI, Polisi dan Satpol PP Keracunan

 

Saat itu, Jokowi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang telah mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi juga sempat berseloroh mengenai fenomena pemimpin yang "ditinggal" menjelang akhir masa jabatan mereka.

"Biasanya, saat datang, ramai-ramai, tetapi saat mau pergi, ditinggal ramai-ramai," ungkap Jokowi

 

Baca juga: Anak dan Mantu Presiden Jokowi Pamer Hidup Mewah Saat 9,9 Juta Gen Z Menganggur

 

"Tapi saya yakin, itu tidak berlaku untuk Bapak Surya Paloh, Bang Surya, dan Partai NasDem."

Sebagai informasi, Jokowi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved