Kamis, 21 Mei 2026

Malam Ini DPP Golkar Gelar Rapat Pleno, Bahas Jadwal Munaslub

Ada tiga fokus agenda yang akan dibahas dalam Rapat Pleno tersebut, salah satunya agenda Munaslub untuk memilih ketua umum penggant Airlangga Hartarto

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Malam Ini DPP Golkar Gelar Rapat Pleno, Bahas Jadwal Munaslub
ist
DPP Partai Golkar akan menggelar Rapat Pleno sekaitan dengan pengunduran diri Airlangga Hartarto 

TRIBUNTORAJA.COM - DPP Partai Golkar akan menggelar Rapat Pleno malam ini, Selasa (13/8/2024) sekitar puul 19.00 WIB.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, telah menyebar undangan kepada pengurus Pleno DPP Partai Golkar.

Meutya menyebut ada sejumlah agenda penting yang akan dibahas dalam Rapat Pleno tersebut.

Pembahasan utamanya adalah menindaklanjuti pengunduran Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.

"Sehubungan dengan keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mundur yang telah disampaikan pada hari Sabtu 10 Agustus 2024, maka DPP Partai Golkar akan menggelar rapat Pleno pada Selasa, 13 Agustus pukul 19.00 WIB, dengan semangat musyawarah mufakat," kata Meutya dalam keterangan undangannya.

Rapat ini fokus pada 3 agenda.

Pertama yaitu pembacaan surat pengunduran diri Ketua Umum Airlangga Hartarto sekaligus penentuan plt Ketum.

Agenda kedua penentuan jadwal Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas.

Dan agenda ketiga adalah penentuan jadwal Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub.

"Rapat Pleno akan dilaksanakan dengan semangat musyawarah mufakat," tutup mantan wartaean TV tersebut.

Tidak dengan Voting

Kemudian terkait pemilihan Plt Ketum Golkar, Meutya Hafid ingin agar tidak dilakukan dengan sistem voting atau pemungutan suara.

Meutya Hafid ingin agar para Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar bisa duduk bersama dan bermusyawarah untuk bisa memilih sosok Plt Ketum Golkar.

Pasalnya, menurut Meutya Hafid, masih banyak kader Golkar yang merasa kaget akan keputusan Airlangga Hartarto yang mundur dari kursi Ketum.

Untuk itu Meutya Hafid tidak ingin pemilihan Plt Ketum Golkar ini dipaksakan untuk dipilih dengan cara voting.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved