Selasa, 7 April 2026

Jepang Keluarkan Peringatan Waspada Getaran Susulan usai Diguncang Gempa 7,1 M

Skenario terburuk menunjukkan lebih dari 200.000 orang bisa tewas dalam gempa bumi dan tsunami yang mungkin terjadi berikutnya.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jepang Keluarkan Peringatan Waspada Getaran Susulan usai Diguncang Gempa 7,1 M
NBC INT
Episenter atau pusat gempa yang terjadi di Jepang, Kamis (8/8/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, TOKYO - Jepang telah mengeluarkan peringatan terkait potensi gempa besar, yang dipicu oleh gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang negara tersebut baru-baru ini.

Peringatan ini dikeluarkan pada Kamis (8/8/2024) malam waktu setempat, meminta masyarakat untuk tetap waspada, meskipun belum ada kebutuhan mendesak untuk mengungsi.

Pemerintah Jepang menekankan bahwa peringatan ini tidak berarti gempa besar akan segera terjadi, tetapi risiko terjadinya gempa tersebut lebih tinggi dari biasanya.

 

 

Menurut laporan dari BBC International, peringatan ini muncul beberapa jam setelah gempa berkekuatan M7,1 melanda bagian selatan Pulau Kyushu.

Meskipun gempa ini tidak menyebabkan kerusakan besar, para ahli menjadi lebih waspada karena lokasinya berada di dekat Palung Nankai, zona aktivitas seismik yang membentang di sepanjang Pantai Pasifik Jepang.

Batas lempeng tersebut berada antara Teluk Suruga di Jepang tengah dan Laut Hyuganada di Kyushu selatan.

 

Baca juga: Gempa 7,1 SR Guncang Jepang, Ada Peringatan Tsunami

 

Palung Nankai sebelumnya pernah menyebabkan ribuan kematian akibat gempa besar yang tercatat terjadi setiap 90 hingga 200 tahun sekali, dengan gempa terakhir terjadi pada 1946.

Menurut kantor berita Kyodo, para ahli memperkirakan ada kemungkinan 70 hingga 80 persen terjadi gempa berkekuatan magnitudo 8 atau 9 di sepanjang palung ini dalam 30 tahun ke depan.

Skenario terburuk menunjukkan lebih dari 200.000 orang bisa tewas dalam gempa bumi dan tsunami yang mungkin terjadi berikutnya.

 

Baca juga: Gempa M 5,1 Guncang Morowali Sulteng Dini Hari, Perantau Toraja: Tidak Bisa Tidur

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved