Jumat, 10 April 2026

Pilkada DKI Jakarta 2024

Wacana KIM Plus Diduga Bertujuan Asingkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024

Anies telah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem, sementara Ridwan Kamil diusung oleh Partai Gerindra dan Partai...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Wacana KIM Plus Diduga Bertujuan Asingkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024
(KOMPAS.com/Shinta Dwi Ayu)
Anies Baswedan bertemu dengan Jusuf Hamka di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (4/8/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan bahwa pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus diduga bertujuan untuk menjauhkan Anies Baswedan dari persaingan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

"Jika kita cermati, ada indikasi bahwa KIM Plus dibentuk untuk mengasingkan Anies dalam Pilkada Jakarta," ujar Umam dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (7/8/2024).

"Terlepas dari itu, pada Pilpres 2024 lalu, Mas Anies cukup kompetitif sebagai kandidat yang memberikan perlawanan naratif terhadap Pak Prabowo, meskipun selisih elektoralnya cukup signifikan," tambahnya.

 

 

Umam menekankan bahwa upaya untuk menyingkirkan Anies dari Pilkada Jakarta 2024 kini menjadi bagian dari dinamika politik yang tengah berlangsung.

Hal ini tampak ketika partai-partai yang sebelumnya mendukung Anies di Pilkada, seperti PKB dan PKS, dikabarkan akan bergabung dengan KIM Plus.

"Ada kecenderungan di mana partai-partai lebih memilih untuk melakukan barter politik dan kompromi kepentingan, tidak hanya dalam konteks koalisi di tingkat lokal, tetapi juga terkait dengan persiapan untuk Pilpres 2029," jelas Umam.

 

Baca juga: PKS Pertimbangkan Tinggalkan Anies, Gabung dengan KIM?

 

Wacana pembentukan KIM Plus sendiri mulai mencuat setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa Pilkada Jakarta 2024 bisa saja hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memutuskan bergabung dengan KIM Plus.

Jazilul mengakui bahwa peluang partai-partai politik untuk bersatu dan mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur masih sangat terbuka.

Ia juga menyatakan bahwa PKB sedang mempertimbangkan tawaran untuk bergabung dengan KIM Plus.

 

Baca juga: Besok KIM Plus Deklarasi, Misi Jegal Anies di Pilgub Jakarta Berhasil?

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved