Minggu, 12 April 2026

Presiden Jokowi Minta Maaf ke Rakyat Indonesia, PDIP: Sandiwara?

Deddy berpendapat bahwa jika Jokowi benar-benar serius dalam meminta maaf kepada rakyat, seharusnya ia mencabut semua kebijakan yang memberatkan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Presiden Jokowi Minta Maaf ke Rakyat Indonesia, PDIP: Sandiwara?
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan 79 Tahun Indonesia Merdeka di Istana, Kamis (1/8/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, meragukan ketulusan permintaan maaf yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada rakyat Indonesia.

Deddy bahkan menilai bahwa tindakan Jokowi ini mungkin hanya upaya untuk menarik simpati dari masyarakat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi menjelang akhir masa jabatannya yang akan berakhir pada Oktober 2024.

 

 

"Melihat dari kebiasaan dan data yang ada, Pak Jokowi seringkali menyampaikan sesuatu yang tidak sejalan dengan perasaan, pikiran, dan tindakannya," ujar Deddy dalam wawancara dengan Kompas TV pada Jumat (2/8/2024).

"Saya tidak tahu apakah kali ini dia tulus atau tidak. Jangan-jangan ini hanya sandiwara untuk mencari simpati, bukan permintaan maaf yang sungguh-sungguh," tambahnya.

Deddy berpendapat bahwa jika Jokowi benar-benar serius dalam meminta maaf kepada rakyat, seharusnya ia mencabut semua kebijakan yang memberatkan masyarakat.

 

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Permintaan Maaf Jelang Akhir Masa Jabatan

 

Ia juga mengingatkan Jokowi untuk memanfaatkan sisa masa jabatannya dengan memperbaiki lembaga-lembaga yang terkait dengan demokrasi, penegakan hukum, hak asasi manusia (HAM), lingkungan hidup, serta distribusi keadilan dan kesejahteraan.

"Jangan hanya berbicara saja. Batalkan rencana menghidupkan kembali DPA (Dewan Pertimbangan Agung) dan pasal-pasal yang berpotensi merusak tatanan dalam revisi UU TNI-POLRI," kata Deddy.

"Jika hal-hal tersebut dilakukan, barulah kita bisa mulai percaya bahwa beliau serius dalam meminta maaf kepada rakyat. Jujur saja, dalam 5 tahun terakhir, dampak negatif rezim Jokowi terhadap hukum dan demokrasi jauh melampaui 32 tahun kekuasaan Orde Baru," tutupnya.

 

Baca juga: Kaesang Pilih ke Amerika, Ketua Projo Pastikan Putra Bungsu Jokowi Tak Ikut Pilkada

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved