Pemerintah Janji Harga Tiket Pesawat Turun Sebelum Jokowi Lengser
Saat ini, lanjut Sandiaga, pemerintah tengah menyusun langkah strategis untuk dapat menekan tiket layanan transportasi udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/28082023_Citlink.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Harga tiket pesawat khususnya untuk rute penerbangan domestik, dinilai sangat mahal.
Mahalnya harga tiket kian dikeluhkan oleh masyarakat.
Saking mahalnya, harga tiket pesawat di Indonesia termahal kedua di dunia setelah Brasil.
Mengatasi hal tersebut, pemerintah membentuk satgas yang akan bertugas menurunkan harga tiket pesawat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menargetkan harga tiket pesawat dapat terjangkau sebelum periode Pemerintahan Joko Widodo berakhir.
Saat ini, lanjut Sandiaga, pemerintah tengah menyusun langkah strategis untuk dapat menekan tiket layanan transportasi udara.
"Saya ingin ini jadi momen di akhir Pemerintahan Pak Jokowi jilid kedua. Ini agar kita bisa mengatasi permasalahan tiket mahal yang domestik," ungkap Sandi saat ditemui dalam agenda nonton bareng film 'Uang Panai 2' di Djakarta Teater, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
"Ini sedang dikebut, kita dorong untuk beberapa langkah-langkah strategis ini bisa kita dieksekusi segera, sehingga nanti sebelum Oktober 2024 harga tiket bisa terjangkau bagi masyarakat," sambungnya.
Sandiaga melanjutkan, Pemerintah cukup serius menangani adanya fenomena ini. Sehingga membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus terkait tiket pesawat.
Satgas ini berisikan sejumlah Kementerian, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"(Satgas) dipimpin Kemenko Marves, Kemenko Perekonomian, dan lintas Kementerian tentunya Kemenhub, leading sektornya ada Kementerian BUMN, ada Kemenparekraf, Kementerian Hukum dan HAM. Dan instansi lainnya," pungkasnya.
Dipicu Pajak Tinggi
Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, berpendapat banyaknya beban tarif pajak baik dari pemerintah maupun pihak bandara menjadi pemicu harga tiket pesawat di Indonesia mahal.
Menurut Alvin, harga tiket pesawat bagi satu penumpang untuk sekali penerbangan itu termasuk beban biaya operasi dan perawatan bandara atau pajak bandara, melalui Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPPU).
"Saya melihat yang mahal bukan harga tiketnya, tapi justru banyaknya beban-beban biaya yang disisipkan kedalam harga tiket sehingga penumpang itu membayarnya besar," kata Alvin Lie saat dihubungi Tribun, Selasa (16/7/24).
| Kader PSI di Hotel Claro Makassar: "Jokowi, Jokowi, Jokowi" |
|
|---|
| Spanduk “Adili Jokowi” Terbentang di Depan Arena Rakernas PSI di Makassar |
|
|---|
| Jokowi: Saya Tidak Pernah Resmikan Bandara IMIP di Morowali |
|
|---|
| Jokowi Pidato Pakai Bahasa Inggris di Bloomberg New Economy Forum di Singapura, Pamer Keberhasilan |
|
|---|
| Denny Indrayana Resmi Jadi Kuasa Hukum Roy Suryo dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi |
|
|---|