Bentrok Antar Warga di Nduga Papua Tewaskan 3 Orang, Termasuk 1 Pendeta
Benny menjelaskan bahwa bentrokan ini dipicu oleh ketidakpuasan terkait pembagian hak suara dalam Pemilu 2024 yang menggunakan sistem noken.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Penganiayaan-ilustrasi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAYAPURA - Sebuah konflik antar kelompok masyarakat di Distrik Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, menyebabkan tiga orang tewas, termasuk seorang pendeta.
Korban yang meninggal adalah Marianus Gery (63), seorang pendeta yang mengalami luka bacok di leher, Abraham Runga (51) dengan luka bacok di kepala, dan Durik Poknangge (25).
"Pdt. Lerianus Gery, 63 tahun asal NTT, Abraham Runga, 51 tahun asal Toraja, Durik Poknangge, 25 tahun warga Nduga," tulis Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Polisi Ignatius Benny Adi Prabowo, Jumat (5/7/2024) dilansir Kompas TV.
Menurut laporan dari Tribunnews.com, bentrokan antar kelompok ini terjadi di depan rumah Sekda Kabupaten Nduga pada Selasa (2/7/2024) sekitar pukul 11.45 WIT.
Sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi pada 1 Juli 2024, di depan Kantor DPRD Kabupaten Nduga.
Benny menjelaskan bahwa bentrokan ini dipicu oleh ketidakpuasan terkait pembagian hak suara dalam Pemilu 2024 yang menggunakan sistem noken.
Baca juga: Aparat Tembak Mati Anggota TNI Desertir yang Membelot ke OPM di Paniai Papua
"Dari catatan kepolisian, telah terjadi lima insiden serupa pada tanggal 15 Februari, 16 Februari, 4 Maret, 23 Maret, dan 14 April 2024," ujar Benny, Senin (3/6/2024).
"Ini adalah bentrokan ketujuh yang terjadi akibat masalah pembagian suara yang belum terselesaikan," tambahnya.
Kapolres Nduga AKBP VJ Parapaga menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas untuk membubarkan bentrokan, termasuk menembakkan gas air mata dan mengimbau kedua kelompok untuk membubarkan diri.
Baca juga: Lebih dari 300 Orang Tewas Akibat Longsor di Papua Nugini, Bantuan Darurat Berdatangan
"Permasalahan antara kedua kelompok sebenarnya sudah dinyatakan selesai pada Sabtu (6/4/2024) dengan penandatanganan surat pernyataan dan perjanjian damai. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa ada pihak yang belum menerima kesepakatan tersebut," jelasnya.
Personel gabungan juga telah melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah bentrokan susulan.
(*)
| Nakes Asal Tana Toraja Tewas Diserang OTK di Papua, Jenazah Tak Dipulangkan |
|
|---|
| Jenazah Korban Penganiayaan di Papua Dijadwalkan Tiba di Mengkendek Tana Toraja Besok |
|
|---|
| BNPB: 914 Orang Tewas dan 389 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera |
|
|---|
| Alvaro Kiano Diduga Dibunuh Ayah Tiri, Sang Ibu Putuskan Berhenti Bekerja di Luar Negeri |
|
|---|
| Empat Orang Tewas dalam Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Sumatera Utara |
|
|---|