Senin, 13 April 2026

DPRD Makassar Dibakar

Kisah Arief Rahman, Bertaruh Nyawa Selamatkan Staf dan Anggota Dewan Saat DPRD Makassar Dibakar

Saat berusaha mencegah seorang yang membawa bom molotov, kakinya dihamtam batu olah perusuh lainnya.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kisah Arief Rahman, Bertaruh Nyawa Selamatkan Staf dan Anggota Dewan Saat DPRD Makassar Dibakar
TRIBUN-TIMUR.COM
AKSI HEROIK - Arief Rahman Hakim, Staf Wakil Ketua 1 DPRD Makassar, Andi Suharmika, bercerita kisah malam tragis pembakaran Gedung DPRD Makassar. Dirinya sempat ikut menyelamatkan warga hingga sempat diserang massa aksi. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Peristiwa pembakaran Gedung DPRD Makassar pada Jumat (29/8/2025) malam menyimpan kisah pilu dan cerita heroic.

Seperti yang dialami Arief Rahman Hakim, staf Wakil Ketua 1 DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika.

Saat kejadian, memang sedang terjadi Rapat Paripurna dalam Gedung Dewan yang berada di sudut Jalan AP Pettarani-Jalan Hertaning, Makassar, itu.

Arief pun masih bertahan di Gedung DPRD Makassar untuk menemani Andi Suharmika.

Masih membekas dalam ingatan Arief Rahman, bagaimana kacaunya malam itu.

Rapat Paripurna biasanya diisi dengan saling berpendapat, kini diwarnai tangisan dan kepanikan. 

Arief berkisah di malam itu, semula rapat paripurna berjalan seperti biasanya.

Meski di luar Gedung DPRD Makassar ada aksi unjuk rasa, rapat paripurna tetap berjalan normal.

Keadaan rapat berubah ketika massa aksi mulai berdatangan di depan DPRD Makassar dan perlahan massa aksi mulai merangsek masuk gedung.

Massa aksi berhadapan dengan pasukan Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di depan. Namun, jumlah massa aksi begitu membludak bahkan sudah mulai chaos.

"Memang hari itu kita laksanakan paripurna, ketika itu tiba-tiba teman Satpol dan Dishub diserang sekelompok orang usia belasan tahun," jelas Arief saat ditemui di gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Lorong 501, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Jumat (5/9/2025) siang. 

Massa mulai anarkis. Mulut mereka tidak lagi menyuarakan aspirasi, tapi tangan mereka mulai melakukan pengrusakan.

Pos Satpol PP mulai dirusak massa. Tak lama kemudian mobil di parkiran jadi sasaran amuk massa.

Mobil-mobil tersebut milik anggota dewan dan juga pejabat pemerintahan yang hadir untuk rapat paripurna malam itu.

Kaca mobil satu per satu dipecahkan. Begitu juga dengan motor yang mulai dibakar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved