Kamis, 23 April 2026

PT Vale Raih Pendapatan Sebesar 229,9 Juta Dolar AS pada Triwulan 1 2024

Pada triwulan pertama tahun 2024, PT Vale Indonesia mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.199 metrik ton (t).

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto PT Vale Raih Pendapatan Sebesar 229,9 Juta Dolar AS pada Triwulan 1 2024
dok PT Vale
Nikel yang diproduksi PT Vale 

TRIBUNTORAJACOM, Jakarta - Perusahaan tambang Nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) atau PT Vale bersama anak usahanya mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.199 metrik ton (t) dan pengiriman nikel matte sebesar 18.175 t pada triwulan pertama tahun 2024 (1T24).

Pada triwulan tersebut, PT Vale menghasilkan total pendapatan sebesar 229,9 juta dolar AS.

Poduksi ini mengalami kenaikan dibanding pada periode yang sama tahu lalu. Di mana pada triwulan pertama tahun 2023, PT Vale mencatat produksi sebesae 16.769 t.

Berikut ikhtisar produksi dalam matte (t):

1T24: 18.199

4T23: 19.084

1T23: 16.769

"Sebagai bagian dari strategi pemeliharaan Perseroan, kami tidak melakukan perbaikan besar pada 1T24 sehingga menghasilkan peningkatan produksi nikel dalam matte hanya sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, dalam rilisnya, Senin (1/7/2024).

Namun, tingkat produksi ini lebih rendah 5 persen dibandingkan triwulan sebelumnya terutama disebabkan oleh lebih rendahnya kadar nikel.

PTVale dan anak usahanya atau Grup memperoleh pendapatan sebesar 229,9 juta dolar AS, yang mencerminkan penurunan sebesar 22 persen dan 37 persen dibandingkan pendapatan pada 4T23 dan 1T23, terutama karena harga realisasi rata-rata yang lebih rendah.

Harga realisasi rata-rata terjadi penyesuaian dari 14.239 Dolar AS/t pada 4T23 dan 21.672 Dolar AS/t pada 1T23 menjadi 12.651 dolar AS/t pada 1T24, menunjukkan perubahan sebesar 11 persen dan 42 persen.

Meskipun harga nikel berfluktuasi, Perseroan berhasil mempertahankan Beban Pokok Pendapatan.

Secara year-on-year, Beban Pokok Pendapatan Perseroan turun sebesar 8 persen, dari 228,2 juta Dolar AS pada 1T23 menjadi 209,8 juta Dolar AS pada 1T24, dan juga lebih rendah 10 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selain mendapatkan keuntungan dari harga komoditas yang lebih rendah, Perseroan tetap fokus pada peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya sambil terus meningkatkan disiplin dalam praktik-praktik penambangan yang baik.

Konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel serta batubara PT Vale isajikan pada tabel berikut:

01072024_Produksi_Nikel
Ihtiar produksi nikel PT Vale

Sesuai dengan Laporan Keuangan tanggal 31 Desember 2023, Grup mengakui aset derivatif yang timbul dari tambahan hak partisipasi atas investasinya di PT Kolaka Nickel Indonesia pada Laporan Keuangan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024.

Pada tanggal 31 Maret 2024, Perseroan mencatat penurunan nilai wajar aset derivatif ini sebesar AS$12,88 juta dari nilainya pada tanggal 31 Desember 2023 sehingga mengakibatkan pengakuan kerugian nilai wajar asset derivatif tersebut.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan harga nikel yang merupakan komponen kunci dalam penilaian aset derivatif.

Mengingat Grup belum mengakui aset derivatif dan keuntungan pengakuan nilai wajar aset derivative dalam Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023, maka Grup menyajikan kembali Laporan Keuangan untuk memasukkan aset derivatif ke dalam Laporan Posisi Keuangan dan keuntungan yang terkait dengan pengakuan nilai wajar aset derivatif pada Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim.

PT Vale mengeluarkan belanja modal sekitar AS$57,4 juta pada triwulan ini, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar AS$50,7 juta dikarenakan belanja yang lebih tinggi untuk proyek-proyek keberlanjutan dan pertumbuhan.

Namun, angka ini lebih rendah 45 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kas dan setara kas Perseroan pada 31 Maret 2024 sebesar AS$730,8 juta, meningkat sebesar 5 persen dan 2 persen dibandingkan masing-masing AS$698,8 juta pada 31 Desember 2023 dan AS$717,3 juta pada 31 Maret 2023.

PT Vale akan terus menerapkan manajemen kas secara hati-hati untuk menjaga ketersediaan kas.

Pada tahun 2024 PT Vale berencana untuk memproduksi sekitar 70.800 t nikel dalam matte.

Disaat yang bersamaan, Perseroan akan terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan yaitu "Kehidupan adalah hal yang terpenting, Menghargai Bumi dan Komunitas kita".
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved