Wakil Presiden Malawi, Saulos Chilima, Tewas dalam Kecelakaan Pesawat
Dalam pernyataan resmi pemerintah, Chakwera memerintahkan masa berkabung selama 21 hari mulai 11 Juni hingga 1 Juli 2024.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Wakil-Presiden-Malawi-Saulos-Chilima-1262024.jpg)
Saulos Chilima, awalnya seorang pengusaha, telah menjabat sebagai wakil presiden selama 10 tahun. Dia pertama kali menjabat di bawah Presiden Peter Mutharika dan kemudian di bawah Presiden Lazarus Chakwera.
Pada tahun 2018, setelah berselisih dengan Mutharika, Chilima mendirikan partai politiknya sendiri, United Transformation Movement (UTM), yang memperjuangkan perubahan radikal dan reformasi di Malawi.
Pada tahun berikutnya, Chilima mencalonkan diri sebagai presiden dan menduduki posisi ketiga dalam pemilihan yang kemudian dibatalkan oleh pengadilan tertinggi Malawi karena adanya kecurangan yang meluas.
Baca juga: 7 Fakta Pesawat Jatuh di Lapangan BSD Tangerang, 3 Tewas
Dalam pemilihan ulang tahun 2020, Chilima mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Chakwera meskipun berasal dari partai yang berbeda. Bersama-sama, mereka berhasil mengalahkan Mutharika.
Setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan Chilima, pejabat UTM mengkritik pemerintah atas respons yang dianggap lambat ketika pesawat dilaporkan hilang. Mereka juga mempertanyakan mengapa pesawat tidak dilengkapi dengan transponder.
"Sebagai partai, kami ingin mengetahui keberadaan transponder dan alasan mengapa kami tidak bisa melacaknya," ujar Patricia Kaliati, Sekretaris Jenderal UTM.
Baca juga: Kemenag Tegur Garuda Indonesia atas Insiden Pesawat Jamaah Haji Makassar Terbakar
Meskipun awalnya Presiden Chakwera menggambarkan Chilima sebagai "orang baik" dan "warga yang patriotik", beredar laporan tentang ketegangan antara keduanya. Chilima mengklaim bahwa Chakwera berjanji akan mundur setelah masa jabatan pertama untuk memberi jalan bagi Chilima untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu berikutnya.
Namun, bulan lalu, Chakwera mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilu nasional yang dijadwalkan pada September 2025.
(*)
| BNPB: 914 Orang Tewas dan 389 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera |
|
|---|
| Alvaro Kiano Diduga Dibunuh Ayah Tiri, Sang Ibu Putuskan Berhenti Bekerja di Luar Negeri |
|
|---|
| Empat Orang Tewas dalam Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Sumatera Utara |
|
|---|
| Murid SD di Pekanbaru Tewas Diduga Akibat Bullying, Keluarga Tempuh Jalur Hukum |
|
|---|
| Menkomdigi Ungkap 45 Persen Anak Indonesia Jadi Korban Bully Lewat Chatting |
|
|---|