Sains
CATAT JADWALNYA! Bakal Ada Fenomena 6 Planet Berbaris Sejajar di Langit pada 3-4 Juni 2024
Meski dilaporkan enam planet sejajar, setidaknya empat planet (Merkurius, Jupiter, Uranus, dan Neptunus) akan terlalu redup untuk dilihat dengan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-luar-angkasa-planet-3152024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Fenomena parade planet adalah peristiwa astronomi di mana beberapa planet di tata surya tampak berada di sisi Matahari yang sama secara bersamaan.
Walaupun disebut parade, planet-planet tersebut sebenarnya tidak berbaris sejajar sempurna, melainkan tersebar di langit dengan kedalaman, posisi, dan jarak yang berbeda.
Namun, dari sudut pandang Bumi, mereka terlihat seolah-olah dalam satu garis.
Menurut laporan dari Kompas.com, Jumat (31/5/2024), fenomena langka di mana enam planet tampak sejajar akan terjadi pada 3 dan 4 Juni 2024.
Enam planet yang akan tampak sejajar adalah Merkurius, Mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus.
Jupiter dan Merkurius, yang sebenarnya terpisah sejauh 448 juta mil, akan tampak berdekatan di sekitar cakrawala.
Baca juga: Fenomena Planet Liar di Alam Semesta, Melayang Sendiri Tak Terikat Tata Surya
Uranus akan terlihat bergerak ke Timur Laut, diikuti oleh Mars, Neptunus, dan Saturnus.
Bulan sabit juga akan terlihat di tengah parade ini.
"Ya, enam planet berjajar sepanjang ekliptika pada pagi hari menjelang Matahari terbit, sekitar pukul 05.15 WIB," jelas Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (27/5/2024).
Baca juga: Kenapa Fenomena Aurora Tak Pernah Muncul di Indonesia? Ini Penjelasan BRIN
Meski dilaporkan enam planet sejajar, setidaknya empat planet (Merkurius, Jupiter, Uranus, dan Neptunus) akan terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang atau tertutup oleh sinar matahari terbit.
Sementara dua planet lainnya, Mars dan Saturnus, akan mudah terlihat, meskipun kemungkinan besar tampak sangat redup pada dini hari saat penyelarasan terjadi.
Walaupun tampak luar biasa, Thomas mengatakan fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi.
Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Total Hari Ini 8 April 2024: Waktu, Lokasi, dan Live Streaming-nya
Fenomena ini terjadi karena planet-planet mengorbit di sekitar Matahari di bidang yang hampir sama.
"Itu fenomena biasa dan sering terjadi karena planet-planet dekat bidang orbit Bumi mengitari Matahari sehingga selalu berada di sekitar ekliptika, lintasan semu Matahari di langit," jelasnya.
Baca juga: Fenomena Equinox Hari Ini 21 Maret 2024, Apa Itu?
Pemandangan terbaik akan terlihat satu jam sebelum matahari terbit pada 3 dan 4 Juni 2024.
Pada malam tersebut, bulan sabit yang indah akan terlihat dekat dengan Mars dan Saturnus, dan dapat dilihat lebih baik dengan menggunakan teleskop kecil.
(*)
| Ada Fenomena Cold Moon Malam Ini 4 Desember 2025, Jadi Supermoon Terakhir Tahun Ini |
|
|---|
| Fenomena Supermoon Terangi Langit Malam Ini, Bulan Berada di Titik Terdekat dengan Bumi |
|
|---|
| Fenomena Supermoon dan Harvest Moon Malam ini 7 Oktober 2025, Apa Itu? |
|
|---|
| 5 Fenomena Hujan Meteor Bakal Hiasi Langit Indonesia Oktober 2025 |
|
|---|
| Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.