Jumat, 10 April 2026

Ninja Bersenjata Badik Beraksi di Jalan Faisal Makassar, Serang dan Bakar Pondokan Mahasiswa

Tidak hanya menyerang penghuni rumah kos, kelompok ini juga sempat melakukan pembakaran.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Ninja Bersenjata Badik Beraksi di Jalan Faisal Makassar, Serang dan Bakar Pondokan Mahasiswa
ist
Screenshot rekaman video memperlihatkan sekelompok orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng melakukan aksi penyerangan di sebuah rumah kos Jalan Faisal 17 Lorong 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (25/4/24) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM - Sebuah rekaman video memperlihatkan sekelompok orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng melakukan aksi penyerangan di sebuah rumah kos Jalan Faisal 17 Lorong 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (25/4/24) malam.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial itu, kelompok berpakaian ala ninja ini membawa badik, pisau tradisional Makassar.

Tidak hanya menyerang penghuni rumah kos, kelompok ini juga sempat melakukan pembakaran.

Beruntung, kobaran api dapat dipadamkan warga.

Kapolsek Rappocini, AKP Mustari yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Hanya saja, AKP Mustari belum menjelaskan kronologi detail kasus itu.

"Sebentar ya saya kasih keterangannya, ini sama-sama anggota baru dari lokasi," sebutnya.

Tawuran Pemuda di Kecamatan Tallo

Beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita, warga Jl Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, FR (19), tewas tertembak di bagian kepala, 

Pelakunya adalah Koptu SB, anggota Marinir yang bertugas di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar.

Komandan Lantamal VI, Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, dalam konferensi kasus ini mengungkap kronologi penembakan yang menyebabkan dua warga tertembak.

Satu meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan.

Menurut Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, bermula dari kasus pencurian ponsel di rumah perempuan bernama St Ama, warga Jl Galangan Kapal, pada Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita.

Kemudian, kata Andi Rahmat, suami St Ama inisial R mendapat informasi bahwa pencuri ponsel berasal dari kampung sebelah. 

"Sekira pukul 04.50 Wita, berdasarkan keterangan saksi mata, terjadi keributan antar kampung dengan menggunakan batu dan busur. Kemungkinan diakibatkan permasalahan pencurian handphone milik St Ama," kata Andi Rahmat saat konferensi pers di kantornya, Minggu sore.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved