Senin, 20 April 2026

Taruna STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior, Begini Kronologi

Adapun dari penyelidikan sementara, aksi penganiayaan itu diduga terjadi di salah satu kamar mandi sekolah tersebut.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Taruna STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior, Begini Kronologi
ist
Ilustrasi 

Polisi mengungkap kronologis dugaan penganiayaan yang menimpa taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) oleh seniornya hingga tewas.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan, mengatakan dari hasil pemeriksaan saksi, korban bersama empat teman seangkatan baru saja melakukan suatu kegiatan jalan santai.

Selanjutnya, Putu dan rekan-rekannya itu dipanggil oleh senior terduga pelaku untuk menegurnya.

Para senior itu mempermasalahkan Putu yang masih menggunakan pakaian olahraga hingga diminta ke sebuah kamar mandi yang berada di lantai 2 gedung itu.

Di sana, mereka diminta untuk berbaris dengan posisi Putu yang berada paling depan teman-temannya itu.

"Kemudian korban dipukul dengan tangan mengepal sebanyak 5 kali ke arah ulu hati, setelah itu korban lemas langsung terkapar," kata Gidion dalam keterangannya, Sabtu (4/5/2024).

Setelahnya, rekan seangkatan Putu diminta pergi dari kamar mandi untuk kembali mengikuti kegiatan pembelajaran.

Sementara Putu langsung dibawa ke klinik kampus. Di sana dinyatakan Putu sudah tidak bernyawa.

Saat ini, jenazah korban tengah dilakukan otopsi oleh kedokteran forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mengetahui penyeban kematian korban.

Tidak punya musuh

Pihak keluarga menyampaikan Putu Satria Ananta Rustika tak pernah menceritakan kejadian yang aneh-aneh.

Keluarga hanya mengetahui jika korban merupakan salah satu siswa yang berprestasi selama mengenyam pendidikan di STIP.

"Pihak keluarga menyampaikan ke saya almarhum berprestasi, pinter, baik, enggak aneh-aneh," kata kuasa hukum keluarga korban, Tumbur Aritonang kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tumbur menyebut jika korban juga diketahui tidak mempunyai musuh sampai saat ini.

"Enggak ada musuh, jadi kita juga belum tahu (penyebab dugaan penganiayaan)" ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved