Selasa, 14 April 2026

Dampak Ledakan Gudang Amunisi TNI, 31 Rumah Warga Rusak: Plafon Retak, Kaca Pecah

Rumah-rumah warga yang terkena serpihan selongsong peluru akibat dari kejadian ledakan gudang amunisi milik TNI.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Dampak Ledakan Gudang Amunisi TNI, 31 Rumah Warga Rusak: Plafon Retak, Kaca Pecah
tribunnews
Plafon rumah warga ambruk imbas ledakan gudang amunisi milik TNI di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM - Ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) milik TNI Kodam Jaya di Kampung Parung Pinang, Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menimbulkan dampak yang dahsyat.

Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, dan BPBD setempat mengunjungi dan mengecek lokasi terdampak ledakan yang jaraknya hanya 100 meter dari gudang amunisi.

Asmawa menyebutkan, sebanyak 31 rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Umumnya kerusakan berupa kaca pecah hingga atap bolong akibat ledakan.

"Data sementara 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak dan bolong," ujar Asmawa kepada wartawan, Minggu (31/3/2024).

Saat ini, Pemkab Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan assessment, mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Ia dan mengecek langsung rumah-rumah warga yang terkena serpihan selongsong peluru akibat dari kejadian ledakan kemarin malam.

"Informasinya ada yang kaca pecah, pintu tergeser, plafon retak, atap bolong, ini perlu dilakukan sesemen untuk menentukan tingkat kedaruratan," ucapnya.

Asmawa menuturkan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk menangani rumah yang rusak.

Karena sifatnya pemulihan tentu bisa direhabilitasi terhadap rumah-rumah warga yang rusak tersebut.

"Tentu pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten akan membantu masyarakat dalam pemulihan dan rehabilitasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra, mencatat ada sebanyak 324 warga yang mengungsi, terdiri dari 99 perempuan, 99 laki-laki, 40 anak-anak, 25 balita, dan 61 warga berstatus pengontrak.

Pihak desa pun sudah menyiapkan tiga lokasi pengungsian, yakni di rumah Kepala Desa Ciangsana, masjid, gereja bahkan hotel terdekat.

"Untuk tempat pengungsian yang di gereja dan masjid sekarang sudah sepi karena mereka lanjut mengungsi mandiri," ujar Udin.

Salah satu pengungsi bernama Mukti Irawan (36) mengaku ia banyak mengalami kerugian material karena rumahnya rusak imbas ledakan.

"Rata-rata kerusakan itu tembok retak, plafon pada jatuh dan kaca pecah. Itu diakibatkan getaran dari kejadian semalam (ledakan gudang amunisi)," ujarnya saat ditemui Kompas.com di tempat pengungsian rumah kades, Minggu (31/3/2024).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved