Sabtu, 16 Mei 2026

Penjual Takjil di Makale Minta Pemerintah Bikin Bazaar Ramadan

Pedagang takjil mengharapkan pemerintah dapat memusatkan para penjual takjil di satu tempat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Penjual Takjil di Makale Minta Pemerintah Bikin Bazaar Ramadan
TribunToraja/Rifki
Penjual takjil di Pasar Seni Makale pada Ramadan tahun lalu. Kini, sejumlah pedagang takjil tersebar menjual di beberapa tempat terpisah. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Penjual takjil mulai bermunculan di Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada hari pertama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Selasa (12/3/2024).

Kendati demikian, penjual takjil ini tidak terpusat di satu tempat. Mereka menjajakan dagangannya secara terpisah-pisah.

Pantauan Tribun Toraja, penjual takjil menyebar di beberapa titik Kota Makale di antaranya Pasar Sentral Makale, Telkom, To'kaluku, Pantan, hingga area Mandetek.

Elvi misalnya. Ia menjual di pinggir jalan poros Makale.

Karena itu, dirinya mengharapkan pemerintah dapat memusatkan para penjual takjil di satu tempat.

Menurut Elvi, Pasar Seni Makale dapat dimanfaatkan untuk ruang bazaar Ramadan.

“Sebenarnya tidak apa-apa menjual sendiri-sendiri, tapi alangkah baiknya kita diberi satu tempat untuk kumpul. Kan lebih efisien,” ujar Elvi yang menjual di pinggir Jalan Nusantara.

“Mungkin bisalah Pasar Seni Makale dimanfaatkan selama bulan puasa ini untuk bazaar Ramadan. Biar kami yang menjual juga tidak ditegur kalau di pinggir jalan,” lanjut warga asli Makale ini.

Hal senada juga disampaikan Faqih, seorang wisatawan asal Makassar.

Ia mengeluhkan Ramadan di Tana Toraja kurang semarak.

“Saya kira ada bazaar Ramadan ya, karena kan daerah tujuan wisata. Jadi ini beli takjilnya harus ke beberapa tempat,” ujar Faqih.

Pasar Seni Makale sempat dipadati penjual takjil pada Ramadan tahun lalu sebelum akhirnya digusur pemerintah.

Penggusuran ini, menurut Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, guna menjaga kebersihan Pasar Seni Makale dan juga menghindarkan dari kemacetan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved