Rabu, 20 Mei 2026

Ramadan 2024

Menyontek dan Berbohong Bisa Bikin Batal Puasa saat Ramadan? Begini Penjelasan MUI

Perbuatan tidak jujur seperti menyontek sering terjadi di kalangan pelajar saat mengerjakan tugas atau ujian.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Menyontek dan Berbohong Bisa Bikin Batal Puasa saat Ramadan? Begini Penjelasan MUI
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Puasa pada bulan Ramadan adalah kewajiban bagi umat Islam yang memenuhi syarat-syarat tertentu.

Kewajiban ini dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 183:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

 

 

Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Namun, apakah tindakan menyontek dapat membatalkan puasa seseorang?

Perbuatan tidak jujur seperti menyontek sering terjadi di kalangan pelajar saat mengerjakan tugas atau ujian.

 

Baca juga: Boleh Berpelukan dan Berciuman di Siang Hari Saat Bulan Ramadan

 

Hal ini terjadi karena kurangnya kepercayaan diri dalam kemampuan sendiri dan takut mendapatkan nilai rendah.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan bahwa menyontek adalah tindakan tidak jujur yang sering dilakukan oleh pelajar saat ujian atau tugas.

"Itu adalah perilaku tidak jujur, dan puasa mengajarkan kejujuran," ujarnya kepada Kompas.com.

 

Baca juga: Jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2024, Waspada Teror Modus Pinjol Ilegal dan Penipuan Online

 

"Meskipun menyontek tidak membatalkan puasa secara langsung, namun dapat mengurangi pahala puasa," tambahnya.

Menurutnya, hal yang benar-benar membatalkan puasa adalah makan, minum, atau berhubungan badan secara sengaja dari fajar hingga waktu berbuka.

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan badan dari fajar hingga matahari terbenam.

 

Baca juga: Kemenag: Siswa Madrasah Libur di Awal Ramadan 2024 1445 H

 

"Terdapat tiga hal yang membatalkan puasa, tetapi Nabi juga menjelaskan bahwa ada perilaku lain yang dapat mengurangi pahala puasa. Puasa tetap sah jika seseorang tidak makan, minum, atau berhubungan badan," jelas Asrorun.

"Namun, berdusta dapat membatalkan atau mengurangi pahala puasa," lanjutnya.

 

Baca juga: Jadwal Lengkap dan Lokasi Pemantauan Hilal Sidang Isbat Awal Ramadan 2024 1445 Hijriah

 

Menyontek termasuk perbuatan dusta karena melibatkan kecurangan dan kebohongan, sehingga dapat mengurangi pahala puasa.

"Meskipun puasanya sah, namun tidak akan mendapatkan pahala," tambah Asrorun.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved