Google Rayakan Hari Kabisat Lewat Doodle, Ini Sejarahnya
Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali, kecuali jika jatuh pada tahun abad yang bukan tahun kabisat.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
Untuk mengakomodasi perbedaan tersebut, ditambahkanlah tahun kabisat.
Tanpa Hari Kabisat, dalam 100 tahun, kalender akan kehilangan 24 hari.
Mengapa Hari Kabisat jatuh pada bulan Februari?
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Layang-layang Internasional 14 Januari
Dalam sejarah Romawi Kuno, Hari Kabisat jatuh pada bulan Februari.
“Banyak orang Romawi tidak terlalu menyukai bulan Februari,” kata Ben Gold, seorang profesor astronomi dan fisika di Universitas Hamline di Saint Paul, kepada CBS Minnesota, Amerika Serikat.
Pada masa itu, sebelum tahun 8 SM, kalender hanya terdiri dari 10 bulan, dan orang-orang Romawi menganggap musim dingin sebagai satu periode yang tidak terbagi menjadi beberapa bulan.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Tritura 10 Januari
Akhirnya, Romawi menetapkan bulan Januari dan Februari.
Februari menjadi bulan terakhir dan memiliki jumlah hari paling sedikit.
Kemudian, pada zaman kekuasaan Julius Caesar, kalender disesuaikan dengan siklus Matahari dan Hari Kabisat ditambahkan melalui dekrit.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Mengenang Tragedi Tsunami Aceh 26 Desember 2004
| Aston Villa Raih 10 Kemenangan Beruntun usai Tekuk Manchester United 2-1, Ini Rahasia Unai Emery |
|
|---|
| Sejarah dan Profil Toraja Utara, Kabupaten Termuda di Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Manchester United Tahan Imbang West Ham 1-1 di Old Trafford, Amorim Frustrasi |
|
|---|
| Akhirnya Menang, Liverpool Tekuk West Ham United 2-0 di London Stadium |
|
|---|
| Crystal Palace vs Manchester United 1-2, Bruno Fernandes Jadi Kunci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/google-doodle-tahun-kabisat-2024-2922024.jpg)