Pilpres 2024
Harta Kekayaan Ahok Pasca Mundur dari Komisaris Utara Pertamina
Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan (LHKPN), dia memiliki harta sebanyak Rp 53,6 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/02022024_Ahok.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memantapkan mundur dari jabatan Komisaris Utara (Komut) PT Pertamina (Persero).
Ahok mengumumkan pengunduran dirinya itu melalui akun Instagram pribadinya @basukibtp, Jumat (2/2/2024).
"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024," kata Ahok dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Mundurnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah dibenarkan oleh VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso.
"Benar beliau (Basuki Tjahaja Purnama) mengajukan pengunduran diri," kata Fadjar saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat.
Harta Kekayaan
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meninggalkan jabatan yang sudah diembannya 25 November 2019.
Ahok terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2022 lalu.
Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan (LHKPN), dia memiliki harta sebanyak Rp 53,6 miliar.
Harta itu terbagi ke dalam beberapa jenis. Pertama, Ahok memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 43.228.613.033.
Totalnya ada 23 tanah dan bangunan yang dimiliki oleh pria berusia 57 tahun ini.
Tanah dan bangunan itu tersebar di berbagai wilayah seperti di Belitung Timur, Bekasi, dan Depok.
Ahok tak memiliki barang berupa alat transportasi dan mesin.
Namun, dia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1.066.519.059, lalu surat berharga Rp 11.347.082.834, kas dan setara kas Rp 4.680.701.331, serta harta lainnya Rp 2.319.862.806.
Total dari rincian itu ialah Rp 62.642.779.063, tetapi dikurangi oleh hutang sebesar Rp 8.975.570.749 sehingga harta kekayaannya menjadi Rp 53.667.208.314.
Profil Ahok
Basuki Tjahaja Purnama lahir di Manggar, Belitung Timur pada 29 Juni 1966.
Dia menghabiskan masa kecilnya dengan menempuh pendidikan di sana, yaitu SD Negeri III Gantung, Belitung Timur dan tamat pada tahun 1977 kemudian SMP di SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur dan selesai pada tahun 1981.
Tamat dari SMP di Belitung Timur kemudian membuat orang tua Ahok memilih menyekolahkan anaknya di Jakarta. Di Jakarta, Ia kemudian bersekolah di SMAK III PSKD, Jakarta.
Ahok kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi dan lulus pada tahun 1989.
Setelah itu, dia memilih pulang kampung dan mendirikan perusahaan di bidang kontraktor pertambangan.
Tak lama setelah itu, Ahok melanjutkan pendidikan dengan mengambil program master manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta tahun 1992 dan selesai pada tahun 1994 dengan gelar Master Bussiness Administrasi (MBA).
Terjun ke Politik
Ahok memulai karier politiknya pada tahun 2004 dengan menjadi pemimpin DPC PIB (Partai Perhimpunan Indonesia).
Pada masa itu, dia menjabat sebagai DPRD pada periode 2004-2009.
Namun pada tahun 2005 dirinya memilih mundur dari DPRD dan memilih untuk berkarier menjadi Bupati Provinsi Bangka Belitung Timur masa jabatan 2005-2010.
Lalu beliau kembali berkiprah menduduki kursi DPR RI komisi II dengan masa menjabat 2009-2014.
Kariernya lalu berlanjut dengan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012 sampai 2017 mendampingi Joko Widodo (Jokowi).
Pada 2014, dia naik jabatan menjadi gubernur karena Jokowi terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2014.
Sementara itu, pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok kembali mencalonkan diri, tetapi kini sebagai calon gubernur (cagub) berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat.
Sayangnya, dia kalah pemilihan dari Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Setelah itu pada 2019 dia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.
Dukung Ganjar-Mahfud
Ia mengungkapka alasannya mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina. Ia mengaku mendukung pasangan calon (paslon) dalam Pilpres 2024.
Ahok secara terang-terangan mengaku mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Ia mengatakan mundur agar bisa bebas mengkampanuekan pasangan nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
"Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya," tegas Ahok.
Sebelumnya, kabar Ahok akan mundur dari Pertamina sudah berbedar kencang di grup-grup relawan Ganjar-Mahfud
Dia diisukan bakal hadir di Hajatan Rakyat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Sabtu (3/2/2024) besok.
Namun, ketika ditanya mengenai isu tersebut, dia mengatakan untuk bersabar.
"Sabar. Lihat besok ada di GBK apa tidak," ujar Ahok saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat.
Kini mundurnya Ahok dari Pertamina telah menemui kepastian.
(Tribunnews.com/Deni/Nitis Hawaroh/Bambang Ismoyo/Dennis Destryawan)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.