Reformasi 1998
Aktivis Mahasiswa Bedah Buku Hitam Prabowo: Sejarah Kelam Reformasi 1998
Pendekatan struktural ini melihat bagaimana kelembagaan negara bekerja seperti pemerintahaan, penyelenggara pemilu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Bedah-B3wrr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pengamat Politik di Tasikmalaya, Jawa Barat, Hasan Asy'ari, mengatakan Prabowo Subianto lahir dari lingkungan militer dan feodalistik. Artinya, punya kepribadian tegas, keras dan menakutkan.
"Memahami kompleksitas masalah di republik ini, saya berpendapat Prabowo tidak tepat untuk menjadi Presiden Indonesia karena Prabowo didik untuk berperang mempertahankan negara," jelas Hasan saat berbicara di acara Bedah "Buku Hitam Prabowo: Sejarah Kelam Reformasi 1998" di Warung Bale, Kompleks Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (14/01/2024) Sore.
Kegiatan digelar aktivis mahasiswa dan akademisi di Kabupaten Tasikmalaya ini, menghadirkan narasumber dari akademisi, pengamat politik, pegiat HAM dan Keadilan Sosial, Pegiat Pemilu dan Demokrasi, dan Presiden Mahasiswa Unsil.
Hasan Asy'ari mengatakan untuk melihat negara dalam perspektif politik ada dua hal, pertama pendekatan struktural dan kedua pendekatan kultural.
Pendekatan struktural ini melihat bagaimana kelembagaan negara bekerja seperti pemerintahaan, penyelenggara pemilu, TNI dan Polri.
"Kalau kelembagaan negara ini profesional dan netral maka demokrasi bisa diselamatkan pada Pemilu 2024. Tapi, sejauh ini kelembagaan negara ini seolah-seolah bekerja untuk capres-cawapres tertentu," jelas Hasan Asy'ari.
Kedua, pendekatan kultural, Prabowo Subianto lahir dari lingkungan militer dan feodalistik. Artinya, punya kepribadian tegas, keras dan menakutkan.
"Memahami kompleksitas masalah di republik ini, saya berpendapat Prabowo tidak tepat untuk menjadi Presiden Indonesia karena Prabowo didik untuk berperang mempertahankan negara," jelas Hasan.
Sementara itu, Haris Aufa Pegiat HAM menjelaskan isu HAM bukanlah isu musiman. Melainkan, isu fundamental yang belum diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.
"Dalam buku Hitam Prabowo sangat jelas bahwa kasus penculikan aktivis mahasiswa, dalang kerusahan Mei 98 dan beberapa tragedi berdarah lainnya diduga melibatkan Prabowo, maka kita dorong agar dituntaskan," jelas Haris.
Haris melanjutkan masa depan bangsa ini akan dipertaruhkan dalam pemilu 2024 mendatang, maka dari itu kita gelorakan bahwa isu HAM bukan saja isu musiman akan tetapi isu abadi yang harus diperjuangkan bersama.
Epul Kusnaedi Aktivis Milenial dan Tokoh Pemuda Tasikmalaya menjelaskan, sejak awal Prabowo dicalonkan adalah salah satu pemuda Kota Tasikmalaya menolak keras pencalonannya.
"Prabowo Subianto adalah aktor yang punya rekam jejak buruk di masa lalu seperti terungkap dalam buku ini dan Prabowo juga dinilai gagal menjalankan food estate," jelas Epul.
Sadid Farhan mantan Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi Periode 2022 menjelaskan dalam fakta-fakta historis seperti terungkap dalam buku ini sudah sangat jelas Prabowo diduga terlibat dalam kasus penculikan aktivis.
Selain itu, kata Sadid, apa jadinnya jika bangsa ini dipimpin oleh pelaku pelanggar HAM masa lalu dan "anak haram konstitusi", maka demokrasi akan rusak, kesetaraan dan pemerataan tidak akan terwujud.
| 12 Kopdes Merah Putih di Toraja Utara Siap Dialiri Listrik PLN |
|
|---|
| Siswi SMP Katolik Rantepao Toraja Utara Wakil Sulsel di Ajang Putri Cantik Indonesia 2026 |
|
|---|
| Dua RS di Toraja Utara Terima Bantuan Alat Deteksi Dini Gangguan Pendengaran |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Potensi El Nino, Tana Toraja Waspada Kekeringan |
|
|---|
| Harga Gas 12 dan 5,5 Kg Naik, Warga Makale Tana Toraja Beralih ke Tabung 3 Kg |
|
|---|