Pilpres 2024
Tak Jabat Tangan Anies Usai Debat, Prabowo: Dia Engga Datang
Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo juga menyampaikan beberapa hal, termasuk menyatakan kekecewaannya terhadap narasi yang disampaikan dua...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Prabowo-dalam-debat-capres.jpg)
Prabowo juga menyebut bahwa paslon nomor urut 1 aneh, karena partai politik pengusungnya, yakni PKB, NasDem, dan PKS ada di Komisi I DPR RI, demikian pula dengan PDIP dan PPP.
“Jadi semua masalah anggaran pertahanan dibahas di Komisi I DPR, diawasi, diperiksa bolak balik, dan disetujui. Jadi mereka setujui, jadi aneh, jadi saya kira ini adalah teknik-teknik politik ingin mencari angka.”
“Pertama, kalau kita tujuannya mengabdi, harus memberi data yang benar, jangan menyesatkan rakyat, dan jangan provokasi dan jangan menghasut,” kata Prabowo.
Baca juga: Jelang Debat, Anies Libur, Prabowo Ngopi, Ganjar Tampung Pertanyaan
Kedua, kata Prabowo, harus menjadi negarawan, karena keselamatan bangsa di atas semua.
“Kita butuh kerukunan, keselamatan, jangan karena ambisi ingin jadi presiden, ingin jadi wakil presiden, seenaknya bicara.”
“Ini saya kira tidak pantas. Terus terang aja saya agak kecewa. Tapi sudahlah, tidak apa-apa, saya percaya pada rakyat, kami di depan rakyat. Rakyat punya akal, rakyat punya hati, rakyat yang akan menilai,” ujarnya.
Baca juga: Begini Aturan Baru Debat Capres Ketiga
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan bahwa industri pertahanan Indonesia mendapat kontrak paling besar selama sejarah Republik Indonesia.
“Mendekati USD11 miliar. Kemudian industri pertahanan juga mulai mendapatkan laba, yang juga cukup terbesar di republik ini. Kita punya terobosan-terobosan banyak.”
Sebelumnya, dalam closing statementnya, Prabowo bilang bahwa kita patut beryukur karena dalam beberapa dasa warsa ini negara kita terhindar dari konflik bersenjata dengan negara asing.
Baca juga: Anies Dapat Masukan dari 125 Jenderal Jelang Debat Capres