Minggu Pagi Pertama di 2024, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk
Seiring waktu, peringkat kualitas udara Jakarta memperoleh penurunan, melibatkan pergeseran dari peringkat kedua puluh menjadi peringkat keempat...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kualitas-udara-jakarta.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Minggu pagi (7/1/2024), pemantau kualitas udara global, IQAir merilis situasi kualitas udara di DKI Jakarta kembali mengkhawatirkan.
Pukul 05.00 WIB, Jakarta mencatatkan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 156, menempatkannya dalam kategori tidak sehat, terutama terkait dengan partikel halus PM2.5.
Seiring waktu, peringkat kualitas udara Jakarta memperoleh penurunan, melibatkan pergeseran dari peringkat kedua puluh menjadi peringkat keempat belas di tingkat internasional.
Situs pemantau yang memberikan pembaruan waktu nyata menunjukkan bahwa Jakarta, pada Sabtu pagi sebelumnya berada di peringkat kedua puluh dunia dengan AQI 139 pukul 06.00 WIB.
Dengan perkembangan ini, terlihat peningkatan tingkat pencemaran udara di ibu kota Indonesia.
Adapun pada hari Minggu, peringkat kualitas udara tertinggi di dunia ditempati oleh Dhaka, Bangladesh, dengan AQI mencapai 263.
Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Kembali Buruk usai KTT ASEAN
Disusul oleh Hangzhou, China, dengan AQI 234, dan Delhi, India, dengan AQI 215.
Kemudian, Jakarta menduduki peringkat keempat belas dunia dengan peningkatan angka AQI menjadi 156.
Menanggapi situasi ini, Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa secara keseluruhan kualitas udara di Jakarta berada dalam kategori sedang, dengan indeks angka 87, termasuk polusi udara PM2.5.
Baca juga: Pagi Ini, Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat
Angka 87 ini dijelaskan sebagai tingkat kualitas udara yang tidak signifikan bagi kesehatan manusia dan hewan, namun berdampak pada tumbuhan yang sensitif, serta memiliki nilai estetika.
Pemantauan di berbagai wilayah ibu kota, seperti Bundaran HI (71), Kelapa Gading (81), Jagakarsa (75), Kebon Jeruk (78), dan Lubang Buaya (87), mencatatkan variasi tingkat pencemaran udara.
(*)
| Jakarta Tempati Peringkat 8 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia |
|
|---|
| Dua Jenderal Wanita Asal Toraja, TNI AU dan AL |
|
|---|
| Sensor Pengukur Kualitas Udara Bakal Hadir di Makassar |
|
|---|
| Perwakilan Bali di PRPrG-PGI 2024 Apresiasi Ekologi Toraja: Tak Ada Polusi Udara |
|
|---|
| Jakarta Raih Peringkat 2 Kualitas Udara Terburuk Sedunia Minggu Pagi 18 Agustus 2024 |
|
|---|