Lazada Singapura Pecat Ratusan Pegawainya, Beri Pesangon Rendah
Juru Bicara Lazada mengatakan, perusahaan sedang membuat penyesuaian proaktif untuk mentransformasikan tenaga kerja agar operasional bisnis Lazada...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pembayaran-lazada-paylater.jpg)
Pada 2023, Lazada juga melakukan pemecatan terhadap sejumlah pegawainya. Namun biasanya hanya beberapa orang atau departemen tertentu yang terkena dampaknya.
Saat ini, staf di seluruh bagian perusahaan dan di semua tingkatan terkena dampaknya.
Para karyawan mengaku, yang terkena PHK kali ini termasuk orang-orang yang berprestasi dan bahkan mereka yang baru saja dipromosikan turut dipecat. Sehingga, mereka tidak mengetahui siapa yang akan menjadi korban PHK berikutnya.
Baca juga: Orangtua Wajib Waspada, 6 Anak SD Sayat Tangan Sendiri karena Ikut Tren di TikTok
Mereka juga mengatakan bahwa paket pesangon dari perusahaan lebih rendah dari yang diharapkan. Serta lebih buruk dari apa yang ditawarkan perusahaan teknologi lain seperti Shopee dan Grab kepada karyawannya yang diberhentikan tahun lalu.
Salah seorang yang diwawancarai CNA mengatakan, ini adalah PHK terbesar yang pernah ia alami dan hal ini “menurunkan moral”.
"Semuanya mengatakan bahwa mereka merasa mustahil untuk bekerja karena banyak orang yang bekerja sama dengan mereka telah diberhentikan. Faktor kuncinya adalah kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak manajemen," tutur karyawan itu.
Baca juga: Inisiatif Hyperlocal Upaya Tokopedia untuk Dukung UMKM Lokal termasuk Kabupaten Tana Toraja
“Kita semua mempunyai hipotek yang harus dibayar, keluarga yang harus diurus,” imbuhnya.
Karyawan lain mengatakan, dia diberitahu dalam pertemuan 20 menit bahwa dia telah diberhentikan. Dia diberi paket pesangon dan diminta menandatangani perjanjian.
Lazada tidak menawarkan untuk membeli kembali opsi saham mereka, juga tidak menawarkan konseling atau dukungan lainnya.
Baca juga: Cak Imin Minta Panelis Debat Capres Diganti
| Siswa dan Orangtua di Toraja Utara Tanggapi Pemblokiran Akun Media Sosial Anak |
|
|---|
| 530 Karyawan PT SGS Luwu Merana: Kena PHK, Pesangon Akan Dibayar Setengah, Dicicil 12X |
|
|---|
| Komdigi Cabut Pembekuan Izin Operasional TikTok di Indonesia |
|
|---|
| Bekukan Izin Operasional TikTok, Komdigi: Masih Bisa Diakses |
|
|---|
| TikTok Angkat Bicara Usai Izin Operasionalnya Dibekukan Sementara oleh Komdigi |
|
|---|