Jumat, 17 April 2026

Lukas Enembe Meninggal

Pj Gubernur Papua Kena Lemparan Batu, Wajahnya Penuh Darah

Beberapa dari massa melakukan pelemparan batu dan perusakan bangunan serta kendaraan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pj Gubernur Papua Kena Lemparan Batu, Wajahnya Penuh Darah
Tribun-Papua.com/Putri Kurita
Ribuan masyarakat Papua mengantar jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, menuju ke gedung STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/12/2023). Massa lalu anarkis dan melakukan pelemparan yang mengena wajah Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun. 

TRIBUNTORAJA.COM - Ribuan masyarakat Papua mengiringi arakan jenazah Lukas Enembe dari Bandara Sentani ke STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (28/12/2023).

Dalam perjalannya, massa meneriakkan "Papua Merdeka". Ada juga yang mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Massa lalu bertindak anarkis. Beberapa dari mereka melakukan pelemparan batu dan perusakan bangunan serta kendaraan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Salah satu korbannay adalah Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun.

Foto beredar memperliahtkan, Ridwan terluka akibat terkena lemparan baru. Wajahnya berlumuran darah dan mengenai pakaiannya.

"Di antara beberapa korban ada dari pemerintah daerah yaitu bapak PJ Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, yang terluka akibat lemparan batu," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, dikutip dari laman Kompas.com, Kamis.

Benny juga menyebut ada aparat keamanan yang menjadi korban tetapi jumlahnya belum dapat dipastikan.

"Ada juga korban dari beberapa aparat keamanan, baik itu Brimob, TNI, dan mobil polisi yang juga jadi sasaran pembakaran," kata dia.

Sebelumnya, Ridwan Rumasukun ikut menyambut kedatangan jenazah Lukas Enembe di Bandara Sentani, Papua, Kamis tadi pagi.

Awalnya, jenazah akan dibawa menggunakan ambulans ke STAKIN Sentani.

Namun, massa meminta untuk mengarak jenazah dengan berjalan kaki.

Dilaporkan, saat ini jenazah sudah disemayamkan di STAKIN Sentani, sementara massa masih berada di jalan utama.

Seluruh kantor dan pertokoan di kawasan tersebut tutup dan masyarakat memilih untuk tidak keluar rumah.

Bahkan, sejumlah perkantoran, cafe, dan restoran yang berada di Kota Jayapura memilih memulangkan karyawannya lebih awal.

Mereka dipulangkan karena khawatir akan terjadi kerusuhan pascapemulangan jenazah eks Gubernur Papua, Lukas Enembe, seperti yang terjadi di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved