Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Ghufron Alwi mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Gunung-Semeru-Jawa-Timur-teramati-mengeluarkan-guguran-awan-panas.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Senin (26/12/2023) pagi tadi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Ghufron Alwi mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katan Ghufron dalam keterangannya Senin.
Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Terutama, lanjut dia, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer
Adapun berdasarkan keterangannya, Gunung Semeru mengalami erupsi pagi tadi sekitar pukul 05.12 WIB.
"Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 m di atas puncak (± 4.676 mdpl). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan," ujarnya, dikutip dari Antara.
Menurut dia, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 248 detik.
Baca juga: Sempat Dilanda Kebakaran Hebat, Jalur Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dibuka Hari Ini
Sementara itu pada Senin periode 00.00-06.00 WIB, aktivitas Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat pengamatan kegempaan terjadi 19 kali gempa erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 73-151 detik.