Direktur PDAM Tana Toraja Dipolisikan Usai Ancam Wartawan
Menurut Andarias, sehari sebelumnya ia telah mengatur janji dengan Frans Mangguali untuk wawancara terkait pendapatan PDAM tahun 2023.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/15122023_PDAM.jpg)
Kemudian datang salah satu stafnya. Ia menyuruh Andarias segera pulang.
“Dia pakai bahasa Toraja dengan saya. Dia bilang, 'Andarias sule miko (pulang saja)'. "Kemudian saya pulang. Namun Pak Direktur tetap emosi dan mengikuti saya sampai di mobil. Ia sempat mendorong saya berulang kali,” kata Andarias.
Saat itu, beberapa pegawai PDAM datang mengurung mobil Andarias. Ada beberapa orang yang berteriak, "bunuh saja".
“Mereka teriak dengan bahasa Toraja, "Patei tu (bunuh itu)', sambil memukul mobil saya dan mau membuka paksa pintu mobil saya. Tapi saya sudah kunci dari dalam. Mereka memburu saya sampai keluar dari kantor PDAM,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut mobil Andarias mengalami beberapa kerusakan.
“Ada yang tergores karena dipukuli pegawai yang mengepung saya. Dan pintu kacanya terbuka. Untung tidak pecah,” ucap Andarias.
Andarias pun melaporkan kejadia itu ke Polres Tana Toraja.
Sementara itu, Frans Manggauli yang berusaha dikonfirmasi, belum memberikan keterangan.
Peristiwa ini kemudian ditangani oleh Satreskrim Polres Tana Toraja. (*)