Direktur PDAM Tana Toraja Dipolisikan Usai Ancam Wartawan
Menurut Andarias, sehari sebelumnya ia telah mengatur janji dengan Frans Mangguali untuk wawancara terkait pendapatan PDAM tahun 2023.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/15122023_PDAM.jpg)
TRIBUTORAJA.COM, MAKALE - Direktur PDAM Tana Toraja, Frans Mangguali, dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan intimidasi terhadap wartawan PEDOMANMEDIA, Andarias Padaunan.
Selain intimidasi verbal, Andarias juga nyaris dikeroyok pegawai PDAM Tana Toraja. Andarias juga mengaku mobilnya dirusak.
Peristiwa ini terjadi Jumat pagi (15/11/2023) sekitar pukul 09.00 Wita di Kantor PDAM Tana Toraja, Kota Makale, di mana saat itu Andarias tengah menjalankan tugas peliputannya.
Menurut Andarias, sehari sebelumnya ia telah mengatur janji dengan Frans Mangguali untuk wawancara terkait pendapatan PDAM tahun 2023.
“Tadi malam saya dengan beliau (Frans Mangguali) chatingan via WA. Saya wawancara soal pendapatan PDAM, tapi dia meminta saya ke kantornya. Katanya kalau lewat WA kurang bagus. Bagusnya ke kantor saja supaya datanya lebih lengkap,” ujar Andarias.
Saat itu Frans sangat bersahabat. Malah, kata Andarias, Frans mengajaknya mencari tempat yang suasananya lebih santai.
Namun akhirnya wawancara disepakati di kantor PDAM, Jumat pagi.
“Kita duduk-duduk sambil cerita dinda. Cari tempat, saya menyesuaikan,” kata Andarias menirukan kata-kata Frans.
“Saya bilang, 'Iya pak besok pagi saya ke kantor supaya lebih bagus'. Dia bilang, 'Oke bos saya tunggu',” terang Andarias.
Jumat pagi, saat tiba di kantor PDAM, Andarias langsung menuju ke ruang kerja Frans Mangguali.
Lalu Andarias masuk dan menanyakan soal materi wawancara kemarin. Tapi Frans tiba-tiba emosi.
“Waktu saya masuk, saya beri salam. Tapi saya lihat mukanya mulai agak lain. Kayak marah begitu,” tutur Andarias.
“Dia bilang, 'Apa kapasitasmu mau tahu soal itu. Saya tidak mau kasih datanya. Kenapa!'," kata Andarias.
Selanjutnya Frans berdiri dan menghampiri Andarias. Lalu ia mendorong Andarias sembari melontarkan kata-kata kasar.
“Dia mendorong saya beberapa kali, kemudian saya tanya, 'Pak Direktur sabar ki pak'. Namun beliau tetap emosi. Bahkan dia sudah lontarkan kata-kata kotor. Tapi saya tetap berusaha tenang,” ucapnya.